• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 27 November 2022

Matraman

Gelorakan Sedekah Sampah, Lesbumi NU Nganjuk MoU dengan Unair Surabaya

Gelorakan Sedekah Sampah, Lesbumi NU Nganjuk MoU dengan Unair Surabaya
Suasana acara MoU pengurangan dan sedekah sampah di PCNU Nganjuk. (Foto: NOJ/ Afandi)
Suasana acara MoU pengurangan dan sedekah sampah di PCNU Nganjuk. (Foto: NOJ/ Afandi)

Nganjuk, NU Online Jatim

Lembaga Seni Budaya Muslimin (Lesbumi) Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Nganjuk menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nganjuk dan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Penandatanganan MoU tersebut dilakukan di Kantor PCNU Nganjuk, Ahad (20/02/2022).
 

Kerja sama tersebut berkaitan pengurangan sampah dan pelaksanaan program ‘Sedekah Sampah’ di Nganjuk.
 

MoU dilaksanakan oleh Rais Syuriyah PCNU Nganjuk KH Ali Mustofa Said, Wakil Ketua Tanfidiyah PCNU Nganjuk Subhan Shafwan dan Kepala Prodi (Kaprodi) Fakultas Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Pascasarjana Unair Surabaya R Azizah serta Sekertaris daerah (Sekda) Nganjuk Muhammad Yasin.​​​​​​​
 

MoU itu juga diikuti oleh perwakilan Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor Nganjuk dan pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Nganjuk.
 

Ketua Lesbumi Nganjuk, Lukman Mustofa menyampaikan, kerja sama dengan Unair Surabaya, DLH Nganjuk itu berkaitan tentang pembinaan, penelitian dan kerja bersama tentang pengelolaan sampah di wilayah Nganjuk.
 

“Insyallah mulai tahun 2022 ini banyak mahasiswa Unair yang akan kerja lapangan di Nganjuk,” ujar Lukman Mustofa saat acara MoU.
 

Ia menjelaskan, program Sedekah Sampah ini menjadi penting untuk dilakukan bersama-sama oleh Nahdiyin ataupun masyarakat Nganjuk.
 

Menurutnya, masyarakat kini cenderung lebih banyak menggunakan bungkus plastik, styrofoam, kertas dan minuman kemasaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Ia menengarai, setiap kegiatan Nahdiyin kini seringkali banyak menggunakan kemasan plastik.
 

“Sehingga perlu diadakan sedekah sampah,” ungkapnya.
 

Ia melanjutkan, proyek percobaan program Sedekah Sampah akan dilakukan di lima kecamatan. Namun ke depan, ia berharap program itu dapat dilakukan di 20 MWCNU se-Kabupaten Nganjuk.
 

Ia juga berharap Unair bisa memberikan pembinaan pengelolaan sampah di Nganjuk. Kemudian bisa mengadakan penelitian dan praktik kerja lapangan. “Unair itu diharapkan menjadi pembina, konsultan tentang sedekah sampah, pengelolahan sampah,” pungkasnya.
 

Dalam kesempatan sama, Kaprodi Kesmas Pascasarjana Unair Surabaya, R Azizah mengungkapkan, kerja sama pengelolaan sampah itu dilakukan dengan teringtegrasi dan berkelanjutan.
 

“Berkelanjutan itu tidak sekedar sekali proyek atau sekali meeting selesai, tetapi ini terus berlanjut, dalam arti berdampak pada ekonomi, sosial dan lingkungan,” ujar R Azizah.
 

Apabila sampah dikelola dengan baik, lanjutnya, keuntungannya lingkungam menjadi bersih, sehat, nyaman dan terciptanya ekosistem yang bagus. Dalam aspek sosial dan ekonomi, tentu berdampak baik kepada kesejahteraan sosial masyarakat setempat.
 

Meskipun demikian, menurutnya, pengelolaan sampah tidak hanya dilakukan di level masyarakat paling bawah. Namun juga perlu kebijakan terintegrasi dari pemerintah daerah. Selain itu juga perlu dukungan dari dinas terkait dan peran organisasi seperti PCNU Nganjuk.

  

Kemudian untuk MoU antara Unair dengan Lesbumi Nganjuk, perempuan dari Surabaya ini mengatakan bahwa kerja sama bisa dilakukan oleh prodi lainya untuk daerah Nganjuk.
​​​​​​​

“Karena ini MoU-nya dari fakultas, otomatis prodi-prodi lain bisa, dari K3, dari kependudukan bisa nanti,” ungkapnya.


Editor:

Matraman Terbaru