Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Begini Ikhtiar Arsinu Jatim Tingkatkan Kualitas Tenaga Kesehatan

Begini Ikhtiar Arsinu Jatim Tingkatkan Kualitas Tenaga Kesehatan
Penandatangan MoU antara Arsinu Jatim dan BBTL PP Surabaya. (Foto: NOJ/Afif)
Penandatangan MoU antara Arsinu Jatim dan BBTL PP Surabaya. (Foto: NOJ/Afif)

Surabaya, NU Online Jatim

Program vaksinasi di tahun 2021 terus digalakkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk mempercepat dalam menanggulangi penularan Covid-19. Salah satunya, dengan menggelar vaksinasi di Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur yang diperuntukkan bagi Bu Nyai, Nawaning, dan Keluarga NU Jawa Timur. Acara ini merupakan vaksinasi ke-3 yang digelar oleh PWNU Jatim, Sabtu (02/04/2021).

 

Selain itu, di jam yang sama turut dilakukan penandatanganan Momarandum of Understanding (MoU) antara Balai Besar Teknik Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTL PP) Surabaya.

 

Penandatanganan ini dilaksanakan di lantai 2 Kantor PWNU Jawa Timur yang dihadiri oleh Prof Ach Muzakki selaku Sekretaris PWNU Jawa Timur, KH Abdul Mujib Wakil Ketua PWNU Jatim, dr Rosidi Roslan Kepala BBTKL PP Surabaya, dr H M Zulfikar As'ad Ketua Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (Arsinu) Jatim, dr Hidayatullah Hasyim Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Jatim, dan Perwakilan dari BPJS Kesehatan Jawa Timur.

 

Penandatanganan MoU ini sebagai tindak lanjut dari Menteri Kesehatan yang mengimbau program apa pun dikaitkan dengan Nahdlatul Ulama (NU).

 

"Rumah sakit adalah institusi yang harus banyak belajar dan mengembangkan diri. Secara nasional, presiden dan Menteri Kesehatan sudah mewanti-wanti untuk menjalin kerja sama dengan NU,” ucapnya.

 

Dirinya berharap MoU ini rumah sakit NU dapat mengikuti perkembangan dunia kesehatan yang ada.

 

“Kami berharap dengan adanya MoU ini, rumah sakit kita di NU senantiasa mengikuti perkembangan, mulai permasalahan lingkungan, sanitasi, dan transfer pengembangan keilmuan yang dimiliki oleh BBTKL PP Surabaya," kata dr Zulfikar.

 

Ketua Arsinu ini menambahkan, sebelum ditandatanginya MoU ini pun sudah terjalin kerja sama baik dengan BBTKL PP Surabaya, berupa bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) ataupun bantuan pendistribusian alat untuk 27 Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) yang telah bergabung di Arsinu.

 

"Ada beberapa hal maksud dan tujuan kita untuk melakukan penandatanganan ini. Dari hasil kesepakatan ini, ada tiga kesempatan, yaitu kesehatan, pendidikan, dan pelatihan. Hal ini sebagai upaya untuk pencegahan penyebaran penyakit," ungkap dr Rosidi Roslan, Kepala BBTKL PP Surabaya.

 

dr Roslan berharap, dengan adanya kerja sama ini, Arsinu yang mewadai RSNU di Jawa Timur tenaga kesehatan dapat belajar kepada BBTKL PP, seperti pengolahan limbah rumah sakit, mengelola dan mengatur keselamatan rumah sakit. 

 

Selain itu tenaga kesehatan juga bisa belajar tentang pengelola dan melihat kualitas air dan belajar melakukan pemeriksaan Covid-19 dengan metode yang sesuai standart. Mengingat BBTKL PP Surabaya ini sebagai lembaga pertama yang menganalisis tentang Covid-19 di Jawa Timur selain RS Unair Surabaya.

 

Acara ini turut diapresiasi PWNU Jawa Timur yang diwakili oleh Prof Ach Muzakki.

 

"Penandatanganan kesepakatan ini bagian dari proses legalitasasi yang sudah terjadi. Sekaligus percepatan yang sudah dilakukan selama ini," katanya.

 

Menurut guru besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya tersebut, hal Ini penting sebagai salah satu upaya yang dilakukan dalam rangka menjalankan maqashid syariah yakni hifdzunnafs atau menjaga jiwa.

 

"Menjaga keselamatan jiwa hukumnya wajib, dan silaturahim itu sunnah," terangnya.

 

Dirinya berharap kerja sama Arsinu dengan BBTKL dan BPJS dapat membawa sinergi kemanfaatan untuk seluruh umat sebagai bentuk menjaga keselamatan jiwa.

Iklan promosi NU Online Jatim