Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Lailatul Ijtima di Krembung Sidoarjo Bantu Ringankan Beban Umat

Lailatul Ijtima di Krembung Sidoarjo Bantu Ringankan Beban Umat
Suasana lailatul ijtima yang diselenggarakan di mushalla Baitul Amin, Tambakrejo, Sidoarjo. (Foto: NOJ/Sutrisno)
Suasana lailatul ijtima yang diselenggarakan di mushalla Baitul Amin, Tambakrejo, Sidoarjo. (Foto: NOJ/Sutrisno)

Sidoarjo, NU Online Jatim
Ujung tombak kepengurusan termasuk di Nahdlatul Ulama adalah di tingkat desa atau pengurus ranting. Merekalah yang langsung bertemu dan melayani masyarakat atau warga. Bila program yang dibuat adalah baik, maka dapat dipastikan akan bermanfaat bagi warga sekitar.

 

Ini juga yang dilakukan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU)Tambakrejo, Krembung, Sidoarjo, yang ajeg menggelar pertemuan rutin yang disebut lailatul ijtima. Tidak semata ajang berkumpul, pada acara tersebut juga diisi dengan berbagai kegiatan hingga pengumpulan dana yang manfaatnya kembali kepada warga.

 

Sama seperti yang dilakukan pada Ahad (12/1) lalu. Pertemuan yang kebetulan di awal Januari 2020 ini gilaran bertempat di mushalla Baitul Amin, Dusun Mace'an, Tambakrejo.

 

Agenda rutin bulanan warga Nahdlatul Ulama ini dalam rangka mempererat silaturahim di antara tokoh masyarakat dan tokoh agama di wilayah setempat. Dan lailatul ijtima sebagai kegiatan rutin warga yang dilaksanakan di semua jenjang kepengurusan NU. 

 

Di Tambakrejo sendiri, acara diisi dengan shalat sunnah dan pembacaan istighotsah yang dipimpin Rais PRNU Tambakrejo, Ustadz Abdul Mukti. Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan organisasi yang disampaikan Wakil Ketua PRNU Tambakrejo, Sutrisno Akbar. 

 

Dalam sambutannya, Cak Tris sapaan akrabnya menyampaikan terim kasih atas kehadiran para tokoh dan segenap pengurus yang dengan istikamah menyempatkan waktunya untuk menghadiri lailatul ijtima. 

 

Ketua Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama atau LAZISNU Tambakrejo tersebut juga menyampaikan laporan terkait uang Kotak Infak Nahdlatul Ulama atau Koin NU di wilayah Tambakrejo.  

 

“Hingga bulan November ini uang dari Koin NU selama 10 bulan sudah terkumpul senilai Rp 13. 889. 300,- yang sudah disetor ke NUCARE LAZISNU Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Krembung setiap bulan setelah diambil saat Jumat Legi,” katanya. 

 

Karena pembagian prosentasi hasil adalah 30 persen ke PRNU, maka perolehan kas hingga bulan November mencapai Rp 4. 166. 790,-

"Sementara untuk bulan Desember ini masih proses penghitungan di masing-masing sektor dan belum ada yang setor ke saya,” jelasnya kepada jamaah yang hadir. 

 

 

Dari Umat untuk Umat

Adapun terkait penggunaan uang Koin NU, antara lain adalah untuk santunan anak yatim, khitanan massal, bakti sosial kebencanaan dan juga untuk pengembangan organisasi seperti lailatul ijtima dan Yasinan Muslimat NU di wilayah tersebut. 

 

“Insyaallah ke depan jika sudah terkumpul, kas yang lebih banyak kita akan agendakan pengobatan massal secara gratis dan santunan sahibul musibah yakni kematian berupa 2 hingga 3 dus air kemasan,” urainya. 

 

Pada kesempatan itu, dirinya memohon bantuan doa dan juga sosialisasi ke warga terkait adanya kaleng Koin NU ini.

 

“Kami yakin uang receh dari umat yang ikhlas ini akan dapat membantu kemaslahatan umat dari semua bidang baik ekonomi, pendididkan, kesehatan maupun pengembangan kehidupan masyarakat yang lebih baik,”  urai pria asal Tuban tersebut.

 

Kegiatan ditutup dengan mauidhah hasanah oleh Rais PRNU Tambakrejo Ustadz Abdul Mukti. 

 

Pada kesempatan tersebut, dirinya berpesan kepada jamaah agar senantiasa menguatkan akidah dan iman disertai takwa kepada Allah SWT. 

 

"Ada 5 IS dalam memperkuat ukhuwah islamiyah dan tali silaturahim dalam menjaga prinsip Ahlusunnah wal Jamaah,” katanya. 

 

Is yang dimaksud adalah iskharah, istihadah, istighfar, istighotsah dan yang istikamah.

 

“Istikaharah artinya memohon petunjuk, agar jalan yang kita tempuh ini tidak salah dalam melangkah,” terangnya. Istighfar artinya memohon ampun kepada Allah SWT karena setiap saat pasti punya salah dan dosa, lanjutnya. 

 

istighotsah artinya memohon pertolongan karena hanya Allah tempat meminta segala sesuatu. 

 

“Sedangkan istikamah artinya tetap ajeg atau disiplin dalam menjalankan sesuatu,” pungkasnya.

 

 

Kontributor: Sutrisno
Editor: Syaifullah
 

PWNU Jatim