• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 4 Oktober 2022

Rehat

Habib Ja’far Al-Kaff sebagai Rajanya Wali Nyeleneh

Habib Ja’far Al-Kaff sebagai Rajanya Wali Nyeleneh
Habib Ja'far Alkaff diapit KH Cholil As'ad (kanan) dan almarhum KH A Sufyan. (Foto: NOJ/Istimewa)
Habib Ja'far Alkaff diapit KH Cholil As'ad (kanan) dan almarhum KH A Sufyan. (Foto: NOJ/Istimewa)

Suatu ketika pada 2014 di Pekalongan, salah seorang jamaah bertanya kepada Habib Umar bin Hafidz.

"Siapakah Ja'far Al-Kaff itu?"

Lantas dijawab oleh Habib Umar bin Hafidz.

"Habib Ja'far Al-Kaff itu sulthanul majdub fi kuli zaman atau rajanya wali majdzub.”

Hampir setiap majelis pengajian yang dihadiri, pasti selalu mendoakan Indonesia. Dan ini menjadi ciri khas doanya

"Aman, aman, Indonesia aman. Aman, aman, amin, amin, ya rabbal alamin."

Habib Ja'far Al-Kaff ulama khas yang tidak pernah lelah mendoakan bangsa ini.

Selamat jalan habibana, alfatihah.

 

***

Majdzub atau nyeleneh yaitu orang yang ditarik ke hadirat Allah dengan kehendak-Nya, tanpa melewati urutan suluk dalam thariqat.


Jika salik dapat menguasai akal, sedang majdzub tidak bisa menguasai akal sebab tertutup oleh nur ilahiyah. Maka terkadang majdzub sering meninggalkan kewajiban agama, dan menurut syar’i tidak berdosa sebab seperti orang gila.

Sedang majnun hilang akal atau gila sebab tertutup oleh nur syayatin (setan). 

 

Dan secara syar’i orang jadzab dan majnun mungkin memiliki persamaan yaitu hilang akal dan dikatakan sebagai orang gila. Dihukumi sama dalam arti tidak berkewajiban menjalankan syariat sebagaimana mestinya sebab hilang akalnya (udzur).


Editor:

Rehat Terbaru