• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 5 Desember 2022

Jujugan

Ngabuburit di Pasar Takjil NU Banyuwangi, Banyak Kuliner Maknyus

Ngabuburit di Pasar Takjil NU Banyuwangi, Banyak Kuliner Maknyus
Pasar takjil Ramadlan yang diadakan MWCNU Kecamatan Banyuwangi. (Foto: NOJ/VYS)
Pasar takjil Ramadlan yang diadakan MWCNU Kecamatan Banyuwangi. (Foto: NOJ/VYS)

Banyuwangi, NU Online Jatim

Ngabuburit jadi tradisi setiap Ramadlan tiba. Ngabuburit ialah kegiatan menunggu adzan Maghrib menjelang berbuka puasa. Kegiatan ngabuburit dapat berupa banyak hal, seperti jalan-jalan, bermain, bercengkerama, mencari takjil gratis, mendatangi pasar kuliner, menghabiskan waktu di taman, kegiatan keagamaan, dan lainnya.

 

Nah di Kabupaten Banyuwangi, aneka cara dilakukan warga di sana menghabiskan waktu sambil menunggu azan Maghrib. Di antaranya jalan-jalan di pasar atau bazar takjil. Berdasarkan data dari Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Pemerintah Kabupaten setempat, terdapat 102 titik pasar takjil beroperasi di Banyuwangi pada Ramadlan tahun ini.

 

Di Kecamatan Banyuwangi ada tujuh titik pasar takjil, empat titik di antaranya dilaksanakan kecamatan setempat bekerjasama dengan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) setempat. Empat titik pasar takjil itu yakni di jalan Letjen Sutoyo, Jalan Brigjen Katamso Kelurahan Tukang Kayu, Jalan MH Tharin Kelurahan Pengantigan, dan area parkir Gedung Wanita Kelurahan Kepatihan.

 

Pembukaan pasar takjil dilaksanakan Selasa kemarin dan dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas. Ia berharap Pasar Takjil Ramadlan menjadi keberkahan dan diridlai. Diharapkan pula pasar takjil dapat memulihkan ekonomi UMKM selama bulan Ramadlan.

 

Ketua MWCNU Banyuwangi Musholin menuturkan, pasar takjil yang diadakan di empat titik tengah kota itu bekerjasama dengan pemerintah kecamatan setempat. Selain untuk memudahkan warga Islam yang tengah berpuasa untuk mendapatkan menu buka puasa, juga diharapkan bisa menumbukan perekonomian masyarakat sekitar yang limbung karena pandemi Covid-19.

 

“Di sini selain sebagai tempat berdagang, juga berdakwah. Setiap harinya akan ada tausiyah lima menit, hiburan berupa shalawatan dan lagu-lagu qasidah dari Lesbumi yang akan menemani waktu ngabuburit,” ujar Musholin.

 

Editor: Nur Faishal


Jujugan Terbaru