• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 26 September 2022

Kediri Raya

Rais PBNU: Kasus Gus Muwafiq Dijadikan Sarana Mendiskreditkan NU

Rais PBNU: Kasus Gus Muwafiq Dijadikan Sarana Mendiskreditkan NU
KH Anwar Manshur menerima Gus Muwafiq di Pesantren Lirboyo, Kota Kediri. (Foto: NU Online Jatim/Gus Muid)
KH Anwar Manshur menerima Gus Muwafiq di Pesantren Lirboyo, Kota Kediri. (Foto: NU Online Jatim/Gus Muid)

Kediri, NU Online Jatim
Dalam pandangan Rais Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), masalah yang menimpa Gus Muwafiq sebenarnya telah selesai. Karena yang bersangkutan telah memohon ampun kepada Allah SWT dan juga meminta maaf kepada umat Islam. Namun permasalah tidak segera rampung lantaran hal tersebut dijadikan sebagai sarana untuk kepentingan lain, dalam hal ini mendeskreditkan Nahdlatul Ulama.

 

Pandangan tersebut disampaikan Rais PBNU, KH Abdulloh Kafabihi Mahrus saat menerima Gus Muwafiq bersama sejumlah masyayikh Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Senin (9/12).

 

Merujuk penuturan KH Abdul Mu'id Shohib yang hadir dalam pertemuan, silaturahim dibuka dengan penyampaian maksud kedatangan oleh Gus Muwafiq ke Lirboyo. Kemudian sebagai tuan rumah, KH Abdulloh Kafabihi Mahrus menyampaikan sambutannya.

 

Menurut KH Kafabihi Mahrus, permasalahan Gus Muwafiq sudah selesai karena yang bersangkutan telah memohon maaf kepada umat Islam sekaligus memohon ampun kepada Allah SWT.

 

"Kalau dianggap keliru, semestinya sudah selesai dengan memohon ampun kepada Allah, karena hal itu berkaitan dengan haqqullah atau hak Allah SWT," terangnya.

 

Kendati demikian, KH Abdulloh Kafabihi Mahrus mengemukakan bahwa permasalah tersebut tidak semudah yang dibayangkan. Apalagi memang ada upaya dari berbagai kalangan untuk menjadikan kasus ini tidak lagi masalah agama semata, namun ada tendensi lain. Bahkan dalam pandangannya, ujung dari polemik ceramah itu adalah menyudutkan jamiyah Nahdlatul Ulama.

 

"Namun permasalahan tidak sesederhana itu, karena justru sekarang dijadikan kesempatan orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk mendeskreditkan Nahdlatul Ulama," ungkapnya. 

 

Di akhir pertemuan, Rais Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Anwar Mashur menguatkan keterangan KH Abdulloh Kafabihi Mahrus. Kiai yang jarang berkomentar, apalagi di hadapan media tersebut segera menutup pertemuan dengan doa.

 

Dengan diantar sejumlah kiai dan gus, KH Ahmad Muwafiq atau biasa disapa Gus Muwafiq melakukan silaturahim ke sejumlah pesantren di Jawa Timur. Pesantren pertama yang dikunjungi adalah Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri.

 

Kehadiran penceramah yang namanya membuat geger lantaran isi mauidlah hasanah dalam sebuah acara maulid dianggap menyudutkan sosok Nabi Muhammad SAW. Dan para masyayikh Pesantren Lirboyo menerima dengan hangat kiai yang rambutnya gondrong itu.

 

Terlihat menerima Gus Muwafiq, di antaranya KH M Anwar Manshur, KH Abdulloh Kafabihi Mahrus, KH An'im Falahuddin Mahrus, KH Ma'uf Zainuddin, KH Adibussholeh Anwar, KH Abdul Mu'id Shohib serta keluarga besar lainnya.

 

Selain ke Pesantren Lirboyo, rencananya Gus Muwafiq juga akan melanjutkan silaturahim kepada para masyayikh lain. Agenda berikutnya yakni ke Pesantren Al-Falah Ploso Kediri, Pesantren Bumi Shalawat Sidoarjo dan Pesantren Langitan Tuban.

 

Pewarta: Syaifullah
 


Editor:

Kediri Raya Terbaru