• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 26 September 2022

Keislaman

Berikut Penjelasan KH M Hasyim Asy'ari tentang Mencintai Rasulullah

Berikut Penjelasan KH M Hasyim Asy'ari tentang Mencintai Rasulullah
Sesungguhnya Rasulullah tidak pernah melontarkan perkataan berdasarkan dari hawa nafsunya sendiri (Foto:NOJ/Madaninews.id)
Sesungguhnya Rasulullah tidak pernah melontarkan perkataan berdasarkan dari hawa nafsunya sendiri (Foto:NOJ/Madaninews.id)

Dewasa ini banyak orang tua yang kewalahan mendidik anak-anaknya sehingga mereka memilih jalan pintas menyodorkan gadget tanpa ada pendampingan sama sekali. Bahkan informasi pengetahuan dasar keagamaan tanpa pendampingan dia dapatkan dari layar sentuh tersebut. Tak pelak, penanaman rasa cinta kepada Allah dan cinta Nabi Muhammad tidak terbentuk dengan baik.  
 

Salah satu kasih sayang (sifat rahman) Allah kepada hamba-Nya adalah mengutus para rasul dengan tujuan menunjukkan umat manusia ke jalan yang benar. Karena itulah, sosok Nabi Muhammad harus diikuti petunjuknya. Jangan sampai hawa nafsu maupun siapa saja menghalangi untuk berpegang teguh sesuai ajarannya.
 

Allah berfirman dalam Surat Al-Nisa’ ayat 59: 

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنكُمْ

Artinya: Wahai orang yang beriman taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) serta penguasa (pemerintah) di antara kalian.
 

Allah memerintahkan kita agar patuh dan mengikuti Rasulullah karena sesungguhnya Rasulullah tidak pernah melontarkan perkataan berdasarkan dari hawa nafsunya sendiri, sebab seluruh perintah dan larangan yang diucapkan adalah murni bersumber dari wahyu. Oleh karena itu cinta kepada Rasulullah sama halnya cinta kepada Allah. 
 

Allah berfirman dalam surat Ali Imron, ayat 31:
 

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
 

Artinya: Katakanlah wahai Muhammad (kepada ummatmu) jika kalian cinta kepada Allah, patuhlah kepadaku (Muhammad), maka Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu, sebab Allah maha pengampun dan penyayang
 

Lantas bagaimana ciri-ciri mencintai Rasulullah? Kiai M Hasyim Asy’ari menjelaskan dalam kitab al-Nur al-Mubin sebagai berikut: 
 

1. Menampakkan kecintaannya dengan sungguh-sungguh.
 

2. Meneladani, mengikuti ucapan, perbuatan dan patuh akan perintahnya dan menjauhi larangannya, serta berakhlak seperti akhlak Nabi dalam keadaan apapun.
 

3. Sering menyebut nama Nabi Muhammad (dengan bershalawat)
 

4. Sangat merindukan ingin berjumpa Nabi Muhammad.
 

5. Memuji dan memuliakan nama Nabi Muhammad tatkala disebut dengan disertai penghormatan mendalam.
 

6. Mencintai orang yang mencintai Nabi, para sahabat dan mereka yang merupakan keturunan Nabi Muhammad.
 

7. Membenci orang yang benci kepada Allah dan Rasul-Nya.
 

8. Mencintai al-Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad dan berakhlaq al-Quran.
 

9. Kasih sayang terhadap umat, mengharap kebaikan muncul dari mereka, memberikan kemaslahatan dan menjauhkan dari marabahaya.
 

Penjelasan Kiai Hasyim Asy’ari ini juga sebagai prinsip yang dianut oleh kalangan pesantren secara umum, khususnya kalangan Nahdlatul Ulama. Bahwa cinta kepada Nabi Muhammad adalah kunci pembuka segala pintu, syafaat, yang ditanamkan kepada generasi selanjutnya hingga turun temurun.


Editor:

Keislaman Terbaru