• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 2 Maret 2024

Keislaman

Inilah Dalil dan Adab Ketika Masuk Toilet

Inilah Dalil dan Adab Ketika Masuk Toilet
Toilet modern (Foto:NOJ/thespruce)
Toilet modern (Foto:NOJ/thespruce)

Islam adalah agama yang mengajarkan pentingnya melakukan kesunahan. Bahkan untuk persoalan sepele seperti masuk toilet, bersin, menyisir rambut, mengenakan pakaian diatur sedemikian rupa sehingga mencerminkan karakter seorang muslim yang peduli akan kesunahan.


Berkaitan dengan kesunahan saat masuk toilet, dalam hukum Islam (fikih) diuraikan beberapa kesunahannya seperti membaca doa masuk toilet, menutup kepala, membaca doa keluar dari toilet. Berikut ini sejumlah dalil dan adab ketika masuk toilet: 


Berdoa Ketika akan Masuk Toilet


Dalam salah satu riwayat An-Nasai disebutkan: 


فَإِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْخَلَاءَ فَلْيَقُلْ: أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ 


Artinya: Apabila salah satu dari kalian masuk toilet maka ucapkan: Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan jantan dan setan betina (HR. Annasai, 9:34) 


Riwayat lain bersumber dari Sunan Tirmidzi disebutkan: 


عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا دَخَلَ الْخَلاَءَ، قَالَ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبْثِ وَالْخَبَائِثِ 


Artinya: Dari Anas bin Malik, bahwa Nabi Muhammad apabila akan masuk toilet, beliau berdoa: Ya Allah, Aku berlindung kepadaMu dari godaan setan jantan dan setan betina (HR. Tirmidzi, 1:56) 

 

Menggunakan Alas Kaki dan Menutup Kepala 


Menurut Imam Haramain, Al-Ghazali dan Al-Baghawi serta beberapa ulama berpendapat: 


قال امام الحرمين والغزالي والبغوى وآخرون يستحب أن لايدخل الخلاء مكشوف الرأس قال بعض أصحابنا فان لم يجد شيئا وضع كمه علي رأسه ويستحب أن لايدخل الخلاء حافيا ذكره جماعة منهم أبو العباس بن سريج في كتاب الاقسام وروى البيهقى باسناده حديثا مرسلا أن النبي صلى الله عليه وسلم (كان إذا دخل الخلاء لبس حذاءه وغطى رأسه) 


Artinya: Imam Haramain, al-Ghazali, al-Baghawy dan ulama-ulama lainnya berpendapat: “Disunahkan bagi seseorang untuk tidak masuk toilet tanpa penutup kepala. Sebagian ulama Syafi’iyah mengatakan bila tidak menemukan sesuatu (untuk digunakan saat masuk toilet) maka letakkan lengan baju diatas kepala, juga disunahkan untuk tidak memasuki toiletl dengan tidak memakai alas kaki (seperti yang dituturkan oleh segolongan ulama diantaranya Abu al-Abbas Bin Suraij dalam kitab al-Aqsaam. “Adalah Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam saat memasuki kamar kecil memakai sepatunya dan menutup kepalanya” (HR Baehaqy). [ Al-majmuu’ alaa Syarh al-Muhaddzab II/92 ]. 


Melepaskan Cincin


غنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا دَخَلَ الْخَلَاءَ وَضَعَ خَاتَمَهُ 


Artinya: Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah ketika masuk toilet, beliau melepas cincinnya (Ibnu Hibban) 


Menurut Imam Syaukani dalam Nailul Author cincin yang dikenakan Nabi Muhammad terukir nama Muhammad Rasulullah. Oleh sebab itu cincin yang terukir nama Allah atau Nabi Muhammad sebaiknya dilepaskan. 


Berdoa Ketika akan Keluar toilet 


Berdasarkan keterangan dari Syarh Sunnah lil Baghawi: 


أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا خَرَجَ مِنَ الْغَائِطِ، قَالَ:غُفْرَانَكَ 


Artinya: Nabi Muhammad apabila keluar dari buang air besar, beliau membaca: “ghufronaka”. 


مَعْنَاهُ: أَسْأَلُكَ غُفْرَانَكَ، كَمَا قَالَ اللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى: ﴿غُفْرَانَكَ رَبَّنَا﴾ [الْبَقَرَة: ٢٨٥] أَيِ: اعْطِنَا غُفْرَانَكَ، فَكَأَنَّهُ رَأَى تَرْكَهُ ذِكْرَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ زَمَانَ لَبْثِهِ عَلَى الْخَلاءِ تَقْصِيرًا مِنْهُ، فَتَدَارَكَهُ بِالاسْتِغْفَارِ 

 

Artinya: Makna hadis di atas adalah Aku meminta pengampunanMu, seperti firman Allah: Aku meminta pengampunMu Duhai Tuhanku, yakni berikan kepadaku pengampunanMu, seakan Allah langsung mengawasinya lalai mengingat Allah ketika buang hajat di toilet, maka secepatnya mengucapkan istighar memohon ampunan.  

 


Editor:

Keislaman Terbaru