Surabaya, NU Online Jatim
Hal yang selalu menjadi perbincangan pada Rabu terakhir di bulan Safar adalah Rabu Wekasan atau Rebo Wekasan. Bagaimana seharusnya menghadapi hal ini? Berikut penjelasan Ketua Pengurus Wilayah (PW) Aswaja NU Center Jawa Timur, Ustadz Ma’ruf Khozin.
“Rabu Wekasan atau yang dalam bahasa Jawa dikenal sebagai Rebo Wekasan adalah tradisi yang dilaksanakan pada hari Rabu terakhir bulan Safar,” katanya suatu ketika.
Sejumlah ritual dilakukan guna memohon perlindungan dari berbagai macam malapetaka yang akan terjadi pada hari tersebut. Tradisi ini sudah berlangsung secara turun-temurun di kalangan masyarakat Jawa, Sunda, dan Madura.
Terhadap keyakinan adanya waktu sial, alumnus Pesantren Ploso Kediri ini mengingatkan agar jangan percaya.
“Sial atau tidaknya seseorang sangat bergantung kepada keyakinan yang bersangkutan,” katanya. Karena orang yang merasa sial, maka kesialan yang dikhawatirkan akan terjadi, lanjutnya.
Demikian pula mereka yang meyakini tidak akan ada yang memberikan bahaya dan manfaat kecuali Allah SWT, maka segala hal tidak akan memberikan pengaruh.
Ustadz Ma’ruf tidak menampik kalau ada hadits yang digunakan sebagai pembenar ibadah khusus di Rabu Wekasan tersebut.
“Tapi hadits tersebut dhaif,” katanya. Kendati demikian, berbagai ibadah dapat dilakukan, akan tetapi bukan semata karena Rabu Wekasan tersebut, lanjutnya.
Sejumlah ulama, termasuk Hadrarussyaikh KHM Hasyim Asy’ari melarang ibadah seperti shalat khusus yang diperuntukkan karena Rabu naas tersebut.
“Karenanya sejumlah kiai mengisi malam itu dengan shalat hajat, bukan shalat khusus Rabu Wekasan,” tegasnya.
Di akhir paparan, Ustadz Ma’ruf menyatakan boleh saja orang menyebut waktu itu sebagai Rabu sial dengan tujuan mendidik supaya bertaubat kepada Allah SWT. Hal itu dapat dilakukan agar tidak ditimpa adzab atau bencana seperti kaum terdahulu.
“Kegiatan yang disarankan adalah dengan memanjatkan doa tolak balak, sedekah, membaca al-Qur’an dan ibadah lain termasuk pasrah dan percaya kepada Allah SWT,” pungkasnya.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Merayakan Maulid Nabi, Meneladani 4 Sifat Rasulullah
2
Khutbah Jumat: Kejujuran dan Integritas sebagai Muslim Sejati
3
Pemerintah Sahkan UU Haji Terbaru, Komitmen Layanan Lebih Mudah dan Transparan
4
MUI Jatim: Vaksin MR Boleh Digunakan Saat Kondisi Darurat
5
PBNU Minta Maaf Telah Datangkan Peter Berkowitz: Khilaf dan Kurang Cermat
6
Ning Farida Ulfi Tegaskan Ortu Wajib Dihormat Meski Belum Penuhi Hak Anak
Terkini
Lihat Semua