• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 8 Agustus 2022

Pemerintahan

Kado Hari Jadi: Jatim sebagai Percontohan Pengendalian Covid-19 Nasional

Kado Hari Jadi: Jatim sebagai Percontohan Pengendalian Covid-19 Nasional
Gubernur saat peringatan hari jadi ke-75 Provinsi Jawa Timur. (Foto: NOJ/istimewa)
Gubernur saat peringatan hari jadi ke-75 Provinsi Jawa Timur. (Foto: NOJ/istimewa)

Surabaya, NU Online Jatim

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa kembali menerima kabar gembira. Bertepatan dengan  hari jadi ke-75 provinsi ini yakni 12 Oktober 2020, Presiden RI Joko Widodo memberikan apresiasi. Bahwa Jawa Timur berhasil menunjukkan perbaikan dalam pengendalian penyebaran Covid-19 dan patut dijadikan percontohan penanganan dan pengendalian virus Corona secara nasional.

 

Dari hasil pengamatannya, Jokowi menyebut ada dua provinsi yang dinilai berhasil mengendalikan pandemi Covid-19 yakni Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

 

“Saya mencatat dari angka-angka yang ada, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Sulawesi Selatan menunjukan perbaikan dalam pengendalian pandemi Covid,” kata Presiden Joko Widodo beberapa waktu berselang.

 

Presiden Joko Widodo menilai bahwa kedua provinsi ini dapat menjadi contoh bagi provinsi lain. “Saya kira ini bisa dijadikan contoh provinsi-provinsi yang lain,” ujar dia.

 

Menanggapi apresiasi dari Presiden RI, Khofifah mengucapkan syukur. Dia berterima kasih kepada Presiden RI beserta tim dari jajaran Polda Jatim, Kodam V Brawijaya, tenaga kesehatan, relawan terutama masyarakat dan relawan yang telah berjuang keras dalam mengendalikan penyebaran Covid-19.

 

“Alhamdulillah tepat di hari jadi ketujuh puluh lima, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa Jawa Timur berhasil mengendalikan penyebaran Covid-19 dan layak dijadikan percontohan secara nasional,” katanya, Senin (12/10/2020). Ini hadiah terindah bagi Jawa Timur sekaligus tantangan untuk bekerja lebih keras lagi, lanjutnya di Gedung Negara Grahadi.

 

Sebelumnya, Gubernur Khofifah menerima penghargaan sebagai Pembina Keselamatan dan Kehatan Kerja (K3) dari Kemenaker.  Demikian pula Pemerintah Provinsi Jawa Timur meraih Kinerja Tertinggi Pemerintahan  Daerah atas Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) Tahun 2019 dan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) dari Kementerian Dalam Negeri.

 

Meskipun pengendalian Covid-19 di Jawa Timur menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan, gubernur perempuan pertama di Jatim ini terus meminta agar semua pihak  tetap menjalankan disiplin protokol kesehatan (prokes). Yakni tetap menjaga jarak, memakai masker yang baik dan benar, mencuci tangan dengan sabun dan menghindari kerumunan.

 

Dirinya menilai meskipun Jawa Timur telah berhasil menunjukkan perbaikan dalam pengendalian penyebaran Covid-19,  tantangan terbesarnya justru adalah bertahan di posisi saat ini dan mencegah euforia yang berlebihan. Karena tugas masih panjang yaitu memutus mata rantai penyebarannya.

 

“TNI-Polri tetap bersama kita dalam membantu penegakan disiplin protokol kesehatan,” katanya.

 

Demikian pula jaksa dan hakim juga masih membantu dalam operasi yustisi. Para dokter dan tenaga kesehatan tetap memberikan pelayanan dan perawatan bagi para pasien Covid-19.

 

“Saya mohon masyarakat juga tetap menjalankan disiplin prokes, tugas kita tidak berhenti di sini,” harapnya.

 

Gubernur menjelaskan bahwa berdasarkan data Satuan Gugus Tugas Covid-19 Pusat, per tanggal 12 Oktober 2020, tidak ada lagi zona merah di Jatim. Begitu pun dengan perkembangan kasus aktif di Jatim yang terus mengalami penurunan sampainhari ini Senin (12/10) tersisa 3.040 kasus aktif atau setara dengan 6.43 persen.

 

Prosentase ini jauh di bawah prosentase kasus aktif nasional yakni 19,68 persen . Selain itu, lanjut Gubernur Khofifah, persentase kesembuhan Jatim juga termasuk tertinggi di Pulau Jawa, yakni mencapai 86,28 persen. Sedangkan prosentase kematian di Jawa Timur cenderung melandai dalam dua bulan terakhir yakni di kisaran 7.29 persen.

 

Orang nomor satu di Jatim ini berpesan bahwa untuk dapat memenangkan peperangan melawan Covid-19 perlu komitmen tinggi dan kebersamaan semua pihak.

 

Untuk itu, dirinya kembali mengajak semua pihak untuk terus disiplin menjalankan prokes. Sementara itu, upaya pemulihan ekonomi juga harus terus digelorakan akan perekonomian Jawa Timur segera kembali menggeliat dan pulih.

 

“Semua tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan untuk upaya preventif kita, juga harus terus maksimal dalam tracing dan kuratifnya, kesehatan kita tetap yang utama,” tegasnya.

 

Selain itu dirinya juga akan terus berupaya memberikan stimulan agar perekonomian kita juga segera pulih. “Sehat masyarakatnya sehat ekonominya, selamat masyarakatnya selamat ekonominya,” pungkasnya.

 

Editor: Syaifullah


Editor:

Pemerintahan Terbaru