• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 30 September 2022

Madura

Begini Cara Santri At-Taufiqiyah Sumenep Lestarikan Warisan Budaya

Begini Cara Santri At-Taufiqiyah Sumenep Lestarikan Warisan Budaya
Alifian pamerkan koleksi kerisnya. (Foto: NOJ/ Firdausi)
Alifian pamerkan koleksi kerisnya. (Foto: NOJ/ Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim 

Keris merupakan simbol kebudayaan Nusantara yang diakui oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Namun tidak semua orang bisa melestarikan senjata tradisional itu dengan baik. Selain memiliki nilai estetika, keris memiliki unsur magis tersendiri. 


Selain empu dan pencinta keris, santri ikut serta melestarikannya agar tidak punah. Sebagaimana dicontohkan Alfian Maulidi seorang pengurus di Pondok Pesantren At-Taufiqiyah Aengbaja Raja, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep. 


Dijelaskan, ia ingin melestarikan warisan budaya dan menyebarluaskannya ke seluruh pelosok negeri. Alfian menegaskan bahwa dirinya bukan seorang kolektor yang suka membeli keris untuk koleksi pribadi. Tetapi seorang kolektor yang suka membeli keris, namun setelah itu kami jual lagi. 


"Kebanyakan keris yang ia miliki didapatkan dari hasil mencari keris dari teman-teman sesama pencinta keris. Saat ini kami masih mengoleksi ratusan keris yang jenisnya bermacam-macam, mulai dhapur Nogo, Singo, Kembang Kacang, dan keris lurus," ujarnya saat dikonfirmasi NU Online Jatim, Ahad (24/07/2022).


Mahasiswa Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk itu memberikan tips khusus untuk merawat keris. Langkah pertama adalah menaruh keris di tempat khusus yang sekiranya tidak mudah terkena benda-benda lain, seperti lemari khusus. 


"Kami sengaja menyediakan lemari khusus untuk keris di kediaman. Selain itu, acap kali kami beri minyak khusus," tutur Alfian. 


Agar pusaka awet dan indah diri secepatnya estetik, keris dijamas atau disucikan. Diketahui, berbagai tahapan dan uborampe atau bahan-bahan untuk menjamas pusaka itu disiapkan khusus, termasuk waktu penjamasan.


"Untuk perawatan rutin yang paling ringan dilakukan delapan hari sekali atau setiap 36 hari. Langkahnya, keris dikasih minyak cendana atau melati biar tidak berkarat. Kalau warga biasanya memilih hari Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon. Tetapi kalau museum tidak harus pakai waktu seperti itu, karena koleksinya banyak dan jika memang harus segera dirawat," tandasnya. 


Editor:

Madura Terbaru