• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 26 Juni 2022

Madura

Haul Ke-12, Wakil Ketua NU Sumenep Jelaskan Biografi Gus Dur

Haul Ke-12, Wakil Ketua NU Sumenep Jelaskan Biografi Gus Dur
Wakil Ketua PCNU Sumenep, Ach Subairi Karim, saat Haul ke-12 Gus Dur. (Foto: NOJ/ Firdausi)
Wakil Ketua PCNU Sumenep, Ach Subairi Karim, saat Haul ke-12 Gus Dur. (Foto: NOJ/ Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, Ach Subairi Karim menjelaskan biografi KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Bahwa nama aslinya adalah Abdurrahman Addakhil (Sang Penakluk), putra pertama dari pasangan KH Abdul Wahid Hasyim dan Nyai Hj Solichah Bisri. 


Penjelasan tersebut disampaikan saat peringatan Haul Gus Dur ke-12 oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pragaan. Kegiatan tersebut dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Ibrohimiy, Masaran, Sentol Daya, Pragaan, Sumenep, Kamis (30/12/2021) malam.


Disebutkan, bahwa Gus Dur lahir di Jombang pada 7 September 1940 dan wafat pada 30 Januari 2009. Ayahnya Gus Dur merupakan putra KH M Hasyim Asy’ari  pendiri NU, Rais Akbar NU, dan pendiri Pesantren Tebuireng, Jombang. 


“Sedangkan ibunya putri KH Bisri Syansuri, rekan seperjuangan Mbah Hasyim di NU sekaligus pendiri Pesantren Mambaul Ma’arif, Denanyar, Jombang,” ujarnya 


Di umur 15 tahun, lanjutnya, kecerdasan Gus Dur mulai tampak saat mulai membiasakan diri memegang Al-Qur’an terjemahan berbahasa Inggris. Jenjang pendidikannya tidak hanya nyantri di Pesantren Krapyak Yogyakarta, namun melanjutkan pendidikannya ke Universitas Al-Azhar Kairo Mesir. 


Tak cukup itu, petualangan Gus Dur dalam menimba ilmu terus berlanjut ke Universitas Baghdad. Kemudian pindah ke Irak, Belanda, Jerman, dan Prancis. Hingga akhirnya kembali ke Indonesia pada tahun 1971.


Menurut Subairi, kecerdasan mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu diuji pada perhelatan Muktamar ke-27 NU di Situbondo. Kala itu, Gus Dur menelorkan gagasan yang luar biasa, yakni kembalinya NU pada khittah. 


“Cita-cita tersebut direncakan semenjak Presiden RI ke-4 itu menempuh pendidikan di Irak,” tandasnya.
 


Diketahui, kegiatan tersebut diawali dengan doa bersama dan pembacaan shalawat Nabi guna mendoakan Gus Dur sekaligus Guru Bangsa tersebut.


Madura Terbaru