• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 30 November 2022

Madura

Ketua LP Ma'arif NU Sumenep Raih Gelar Doktor, Ini Disertasinya

Ketua LP Ma'arif NU Sumenep Raih Gelar Doktor, Ini Disertasinya
Flyer ucapan selamat atas gelar doktor Kiai Ahmad Majdi Tsabit, Ketua PC LP Ma'arif NU Sumenep. (Foto: IST Annuqayah)
Flyer ucapan selamat atas gelar doktor Kiai Ahmad Majdi Tsabit, Ketua PC LP Ma'arif NU Sumenep. (Foto: IST Annuqayah)

Sumenep, NU Online Jatim
Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif NU Sumenep, Kiai Ahmad Majdi Tsabit meraih gelar doktor di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Hal itu setelah ia berhasil mempertahankan disertasinya dengan judul 'Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat melalui Diversifikasi Usaha Alumni Pesantren Annuqayah', Selasa (26/07/2022).


Kiai Majdi menuturkan, disertasinya tersebut dipromotori oleh H Ridlwan Nasir dan Sirajul Arifin. “Serta dipertanggung jawabkan di hadapan tujuh penguji yang dipimpin oleh Masdar Hilmy pada sidang promosi doktor Ekonomi Syariah,” ujarnya saat dikonfirmasi NU Online Jatim, Rabu (27/07/2022).


Ia mengatakan, seiring dengan perkembangan zaman, pesantren mengalami pergeseran fungsi. Artinya, tidak hanya berperan dalam bidang pendidikan agama saja, tetapi berfungsi sebagai lembaga yang memiliki kekuatan untuk memberdayakan masyarakat.


"Dengan mengangkat dua rumusan masalah, kami menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mendeskripsikan diversifikasi usaha dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh alumni," terangnya.


Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk itu menegaskan, dari hasil disertasinya menyatakan bahwa diversifikasi usaha alumni terdiri dua jenis, yaitu diversifikasi usaha konsentris dan konglomerat.


"Model pemberdayaannya melalui pendekatan tipologi menthoring partnership development, community development, dan community engagement-menthoring partnership development," ungkap Wakil Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Guluk-Guluk itu.


Implikasi teoritik ini, lanjutnya, menghasilkan kesimpulan bahwa alumni Pesantren Annuqayah telah menjalankan diversifikasi usaha yang dimiliki oleh masing-masing sektor. Hal ini mendukung teori Rusydi Ananda dan Tuen Rafida, Micahel A Hitt, R Duane Ireland, and Robert E Hoskisson tentang diversifikasi konsentrik.


"Adapun penerapan diverifikasi konglomerat sejalan dengan teori Pearce dan Robinson. Sedangkan tipologi pemberdayaan sesuai dengan teori Coleman tentang modal sosial dan Kristianto tentang penyediaan lapangan pekerjaan," tandasnya.


Madura Terbaru