• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 10 Desember 2022

Metropolis

Rektor Umaha Sidoarjo Harap Calon Doktor Mapan Persiapkan Disertasi

Rektor Umaha Sidoarjo Harap Calon Doktor Mapan Persiapkan Disertasi
Rektor Umaha memberikan sambutan. (Foto: NOJ/Boy Ardiansyah)
Rektor Umaha memberikan sambutan. (Foto: NOJ/Boy Ardiansyah)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Rektor Universitas Maarif Hasyim Latif (Umaha) Sidoarjo  Achmad Fathoni Rodli menyampaikan kiat-kiat meraih dokor pada sambutan pembuka Workshop Merdeka Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kegiatan itu mengambil tema ‘Tips dan Trik Studi Lanjut Program Doktor untuk Mendapatkan Beasiswa Dalam Negeri atau Luar Negeri serta Percepatan Disertasi.

 

Dalam acara yang digelar virtual melalui zoom meeting dan diikuti puluhan dosen pada Jum’at, (24/12/2021) ini, Fathoni Rodli mengingatkan bahwa hidup adalah pilihan.
 

“Kita tau hidup adalah pilihan, pilihan pasca bayar atau prabayar," ucapnya mengawali sambutan.

 

Fathoni Rodli kemudian mencontohkan pasca bayar seperti pendiri Kentucky Fried Chicken (KFC) Kolonel Sanders yang mana makanan yang ia buat baru terkenal saat usianya memasuki usia tua.

 

“Kita ini sudah masuk dunia dosen, berarti telah memilih sebagai seorang dosen. Jadi seorang dosen juga niatnya harus ditata,” ucap Pria yang juga menjabat sebagai Dewan Pendidikan Sidoarjo.

 

Bagi Fathoni Rodli ketika menjadi dosen tujuan akhirnya adalah menjadi guru besar atau profesor. Dan syarat untuk meraih itu ada cukup banyak. Salah satunya harus doktor.
 

“Untuk menjadi doktor juga punya syarat, seperti harus mempunyai perencanaan bagaimana disertasi  bagus," terangnya.
 

Fathoni Rodli juga mengingatkan disertasi yang baik adalah yang linier dengan penelitian sehari-hari. Jadi beruntunglah yang belum kuliah doktor. Jadi yang mau jadi doktor harus menata niat yang baik.

 

Untuk menjadi doktor harus kuliah dan membutuhkan biaya. Fathoni Rodli menceritakan kisah suksesnya meraih beasiswa saat menempuh program doktor.

 

"Saya dulu dapat empat beasiswa, sehingga ketika kuliah S3 bisa beli mobil, kontrak rumah dan lain sebagainya,” terangnya.

 

Kemudian bagaimana menumbuhkan jiwa kreatif sehingga disertasi bisa menjadi proyek dan akan dibiayai oleh negara.

 

"Sebelum masuk doktor juga alangkah baiknya sudah merencanakan bagaimana judul disertasi, siapa pembimbngnya, dan berapa tahun target penelitian," ujarnya.

 

Sementara itu dalam acara ini bertindak sebagai moderator Doni Perdana dosen Fakultas Teknik. Dan sebagai narasumber Irena Yolanita Maureen dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Sri Mulyo Bondan Respati dari Universitas Wahid Hasyim Semarang.

 

Editor: Risma Savhira


Metropolis Terbaru