• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 4 Desember 2022

Madura

Perjalanan Panjang Ustadz Fawaidz Zaini Pimpin MA Zainul Ulum di Bangkalan

Perjalanan Panjang Ustadz Fawaidz Zaini Pimpin MA Zainul Ulum di Bangkalan
Ustadz Fawaidz Zain (Foto: NPJ/istimewa)
Ustadz Fawaidz Zain (Foto: NPJ/istimewa)

Bangkalan, NU Online Jatim

Ustadz kelahiran 2 Februari 1991 di Bangkalan ini adalah putra dari seorang kiai dari Desa Galis Daya, Kecamatan Konang. Yaitu KH Zainulloh Ibrohim yang merupakan pengasuh Yayaysan Pendidikan Islam Raudlatus Shibyan dan Pondok Pesantren Nurusy Syadzili Galis Daya.  

 

Anak keempat dari lima bersaudara pasangan KH Zainulloh Ibrohim dan Nyai Juhairiyah tersebut menempuh pendidikan pertama pada 1997 di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Raudlatus Shibyan Galis Daya.

 

Menurutnya, banyak hal mengesankan yang dialami ketika duduk di kelas awal karena menurutnya selama sekolah hanya bermain tanpa memikirkan sedikitpun untuk belajar. Dan dirinya merasa saat itu lumayan nakal sehingga pernah dilempar kotoran hewan oleh sang ayah. Namun saat menginjak bangku  kelas 2 MI, di situlah mulai menyadari pentingnya belajar dan sekolah. 

 

“Kala itu saya dibimbing dan digembleng langsung ayah sehingga sering langganan juara 1 dan juara 2 sampai kelas 6 MI,” kenangnya.

 

Dan ketika itu dirinya tidak mengaji di rumah meski ada banyak santri yang mengaji kepada sang ayah. “Tapi saya mengaji kepada kakak yaitu Abdul Hafidz yang sekaligus menjadi murid pertamanya,” katanya.

 

Itupun awalnya dia harus diiming-imingi mi instan agar mau ikut ke rumah  sang kakak untuk mengaji. Itu juga atas dorongan sang ayah.

 

“Karena ayah saya memiliki firasat jika anaknya belajar mengaji kepadanya tidak akan jadi apa-apa,” ungkapnya.

 

Nyantri ke Jawa

Pada 2005 usai lulus dari MI, Fawaidz Zain muda kemudian pindah ke Pondok Pesantren  Sidogiri Pasuruan dan masuk di kelas 4 MI. 

 

“Kala itu saya di kelas 4 hanya masuk sekitar 6 bulan dan langsung naik ke kelas 5 madrasah kemudian setelah 6 bulan naik lagi ke kelas 6 madrasah. Sehingga dari ketiga kelas tersebut saya hanya menempuh 2 tahun lamanya. Yakni satu tahun berada antara kelas 4 dan kelas 5 dan satu tahunnya lagi berada di kelas 6 MI,” urainya.

 

Usai lulus, kemudian ditugaskan gurunya untuk mengajar di salah satu pondok yang ada di kawasan Jember, tepatnya Desa Serut Panti yakni Yayasan Miftahul Ulum.

 

“Saat itu saya memegang semua proses belajar mengajar yang ada dari kelas 1 sampai kelas 6 seharian dan itupun terkadang sampai larut malam. Semua saya lakukan hanya seorang diri,” ungkapnya. 

 

Dirinya baru bisa pulang saat liburan maulid untuk melepas rindu kepada keluarga. Tanpa disangka, terjadilah suatu hal yang tidak di inginkan. Yakni dirinya mengalami kecelakaan tunggal di Desa Kranggan, Tanah Merah yang mengakibatkan patah tulang paha. Keadaan tersebut memaksanya berhenti bertugas di Yayasan  Miftahul Ulum Jember. 

 

“Setelah sembuh dari sakit, saya ini melanjutkan pengabdian namun pindah ke Pondok Pesantren  Irsyaduddin atau Yayasan Miftahul Ulum Desa Patokan, Probolinggo sampai menyelesaikan kewajiban tugas dari Pondok Pesantren Sidogiri,” jelasnya.

 

Rampung dari pengabdian, dirinya kembali lagi ke Pesantren Sidogiri untuk melanjutkan pendidikan ke madrasah Aliyah (MA). Akan tetapi hanya bertahan 3  bulan karena kemudian pindah ke pondok pesantren di Jawa Tengah, juga selama 3 bulan lamanya.
Ustadz Fawaidz Zain akhirnya melamar seorang gadis pujaan, Nia Kurniati, putri dari H Ahmad Jauhari dan dikaruniai buah hati bernama Fahreza Nabilul Fawwaz kelahiran tahun 2017.

 

Dan sejak 2014 dipercaya menjadi pengurus Pondok Pesantren Nurusy Syadzily Galis Daya sampai saat ini. Kemudian pada 2018 diangkat menjadi Kepala Madrasah Aliyah (MA) Zainul Ulum Galis Daya, termasuk menjadi pengurus pondok.

 

Kontributor: Badruttamam, Lina Lestari, Rusli
Editor: Syaifullah


Editor:

Madura Terbaru