• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 27 Juni 2022

Madura

Soal Potensi Tsunami, BMKG Sumenep: Jangan Panik, Tapi Tetap Waspada

Soal Potensi Tsunami, BMKG Sumenep: Jangan Panik, Tapi Tetap Waspada
Istimewa.
Istimewa.

Sumenep, NU Online Jatim

Beberapa waktu yang lalu sempat ramai di jagat maya soal potensi tsunami setinggi tiga meter di Kabupaten Sumenep, khususnya di Kecamatan Kalianget. Tentunya informasi tersebut menimbulkan keresahan masyarakat.

 

Menyikapi hal itu, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep meminta klarifikasi kepada pihak Stasiun Meteorologi Kelas III Kalianget Sumenep untuk memastikan informasi yang beredar. Pihak Stasiun Meteorologi Kelas III Kalianget Sumenep membenarkan hal itu melalui surat nomor GF.00.00/001/KKAL/IV/2021.

 

Muhammad Faqih, Pengawas Lapangan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumenep meminta, agar masyarakat selalu mengikuti perkembangan informasi soal gempa dan tsunami hanya dari pihak BMKG.

 

“Atau melalui kanal media sosial yang sudah resmi dan terverifikasi. Jangan dari media abal-abal,” harapnya.

 

Mantan Pengurus Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) PCNU Sumenep ini juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk melakukan mitigasi potensi bencana.

 

“Beberapa hal perlu dilakukan oleh masyarakat sebagai langkah pencegahan meminimalisir risiko bencana, di antaranya ialah mengenali lingkungan di mana kita tinggal. Kita harus tahu dataran tinggi terdekat dan akses tercepat menuju lokasi guna melindungi diri,” tuturnya.

 

Parabot rumah hendaknya juga menempel kuat pada lantai atau dinding. Hal ini agar ketika gempa terjadi barang tersebut tidak berjatuhan dan membahayakan penghuninya.

 

“Barang-barang yang digantung juga perlu dicek kestabilannya, agar ketika gempa terjadi tidak menimpa penghuni,” imbuh Faqih, sapaan akrabnya.

 

Pihaknya melanjutkan, pada saat terjadi gempa berada di area tertutup atau rumah, masyarakat diimbau untuk melindungi kepala dengan cara bersembunyi. Dan sebisa mungkin segera keluar dari rumah menuju tempat yang aman.

 

“Jika berada di area terbuka kita harus menghindar dari pohon, tiang listrik, dan semacamnya,” pintanya.

 

Apabila gempa terjadi saat berkendara, baik motor, mobil, dan sejenisnya, diharapkan keluar dan turun menjauh dari kendaraan tersebut, kemudian memperhatikan keretakan tanah dan menghindar.

 

“Jika ada di pantai, segera menjauh dan lari ke tempat yang lebih tinggi. Hindari daerah yang mungkin terjadi longsor,” ungkap Faqih.

 

Dirinya juga meminta kepada masyarakat agar tidak panik dengan informasi ini. Namun demikian, kewaspadaan tetap perlu dilakukan.

 

“Selain usaha lahiriah, jangan lupa berdoa dan meminta kepada Allah agar selamat dan bencana ini tidak terjadi,” pungkasnya.


Madura Terbaru