• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 18 Agustus 2022

Madura

Ketua NU Sumenep: Awas, Narkoba Kini Masuk Lingkungan Pendidikan

Ketua NU Sumenep: Awas, Narkoba Kini Masuk Lingkungan Pendidikan
Ketua PCNU Sumenep KH Panji Taufik (kanan) dalam acara halal bihalal, Sabtu (12/06/2021). (Foto: NOJ/F)
Ketua PCNU Sumenep KH Panji Taufik (kanan) dalam acara halal bihalal, Sabtu (12/06/2021). (Foto: NOJ/F)

Sumenep, NU Online Jatim

Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Sumenep KH Panji Taufik mengingatkan seluruh pengurus dan kader NU di semua tingkatan untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga para remaja dan anak muda dari pengaruh narkotika dan obat/bahan berbahaya (narkoba). Sebab, kata dia, narkoba kini beredar di segala lini kehidupan masyarakat, termasuk di dunia pendidikan.

 

"Narkoba sekarang mulai merambah ke lingkungan pendidikan. Dulu tidak ada fenomena ini, sekarang terjadi di mana-mana,” kata Kiai Panji dalam acara halal bihalal di Pondok Pesantren Darul Istiqamah Batuan, Kabupaten Sumenep, Madura, Sabtu (12/06/2021).

 

Alarm dari Kiai Panji tentang bahaya narkoba itu cukup beralasan. Mengacu pada data Kepolisian Resor Sumenep, sebanyak 106 kasus diungkap polisi di beberapa kecamatan sepanjang tahun 2020. Dari total kasus itu, sebanyak 164 orang ditetapkan sebagai tersangka. Rinciannya, 156 tersangka laki-laki dan delapan tersangka perempuan.

 

Peran tersangka 37 orang pengedar, 52 orang kurir, dan 75 orang pemakai. Usia tersangka rata-rata masih usia produktif, antara 15 sampai 25 tahun. Para tersangka juga banyak yang dari pelajar, yakni 13 pelajar dan mahasiswa, dan lulusan sekolah bahkan perguruan tinggi.

 

“Ditambah lagi problem sosal lainnya yang mana menjadi tugas kita bersama. Oleh karenanya, kami memohon kepada jajaran kiai untuk mendoakan kami agar diberikan kekuatan dalam menjalankan amanah ini," ujar Kiai Panji.

 

Nah, silaturrahim dan konsolidasi pengurus NU di tingkat cabang hingga tingkat ranting karenanya perlu dilakukan secara berkelanjutan. Pengurus juga diminta betul-betul bekhidmat, tidak hanya sekadar terpasang nama di struktur NU.

 

"Bersilaturrahim dibangun dari hati ke hati, sehingga antara PCNU, MWCNU, PRNU, PARNU dan komponen lainnya bisa saling melengkapi. Kami membutuhkan keterlibatan teman-teman lembaga, badan otonom NU, pesantren, dan madrasah ke arah yang satu, sehingga warga Sumenep betul-betul NU secara dlahiran dan batinan," pinta Kiai Panji.

 

Editor: Nur Faishal


Madura Terbaru