• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Maret 2024

Madura

Usaha Batik Kader Ansor di Sumenep Bertahan di Era Pandemi

Usaha Batik Kader Ansor di Sumenep Bertahan di Era Pandemi
Moh. Thohari, saat bersama model batik pada acara 'Batik on the Sea, Sumenep. (Foto: NOJ/Habib)
Moh. Thohari, saat bersama model batik pada acara 'Batik on the Sea, Sumenep. (Foto: NOJ/Habib)

Sumenep, NU Online Jatim

Era pandemi Covid-19 banyak memberikan dampak yang signifikan terhadap usaha-usaha masyarakat. Ada yang kekurangan modal hingga harus gulung tikar. Hal yang sama dialami oleh Moh Thohari, Anggota Departemen Pengembangan Perekonomian Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bluto, Sumenep. Dirinya memiliki usaha batik yang dirintis sejak 2017 lalu.

 

Pada pandemi ini, usaha milik pria yang akrab disapa Totok mengalami penurunan yang cukup signifikan. Pasalnya, banyak pesanan yang jumlahnya ratusan potong dibatalkan oleh konsumen, hingga pesanan yang belum dibayar hingga saat ini.

 

“Usaha saya ikut terdampak pandemi Covid-19. Pesanan yang jumlahnya ratusan potong digagalkan oleh konsumen. Hingga ada jutaan rupiah yang belum dibayar dengan alasan kesulitan keuangan,” katanya, Rabu (23/12/2020).

 

Namun, staf pengajar di Pondok Pesantren Istifadah, Gingging, Bluto ini tidak tinggal diam. Dirinya memutuskan untuk menambah modal sedikit lagi untuk memperkuat kelangsungan usahanya. Serta, mengubah jadwal karyawan yang masuk secara bergantian.

 

“Saya menyiasati hal itu dengan meminta uang muka kepada konsumen. Hal tersebut bertujuan untuk menambah modal, dan berjaga-jaga jika pesanan dibatalkan di tengah jalan,” ungkapnya.

 

Seiring dengan berjalannya waktu, memasuki era new normal ini usaha milik Totok berangsur pulih. Sedikit demi sedikit pesanan kembali datang, meskipun tidak normal seperti sebelum pandemi.

 

“Alhamdulillah, sejak new normal pesanan kembali stabil meskipun tidak seperti sebelum pandemi. Untuk bulan ini saya mendapatkan pesanan sepuluh potong yang harus diselesaikan,” pungkasnya.

 

Editor: Risma Savhira


Madura Terbaru