• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Matraman

Awalnya Petani Sayur, Banser di Ponorogo ini Kini jadi Kades

Awalnya Petani Sayur, Banser di Ponorogo ini Kini jadi Kades
Erwan Santoso, Komandan Satuan Kordinasi Rayon (Kasatkoryon) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kecamatan Pudak, Kabupaten Ponorogo yang juga Kades Pudak. (Foto : NOJ/ Erwin Suganda).
Erwan Santoso, Komandan Satuan Kordinasi Rayon (Kasatkoryon) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kecamatan Pudak, Kabupaten Ponorogo yang juga Kades Pudak. (Foto : NOJ/ Erwin Suganda).

Ponorogo, NU Online Jatim

Mengabdi kepada Ulama dan Negara itu sudah menjadi tugas Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Namun, pengabdian tersebut bukan berarti hanya satu-satunya untuk Banser. Berperan dibidang yang lain juga justru baik, sesuai kemampuan masing-masing anggota Banser.

 

Seperti yang di lakukan Erwan Santoso, Komandan Satuan Kordinasi Rayon (Kasatkoryon) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kecamatan Pudak, Kabupaten Ponorogo. Selain menjalankan pengabdian di Banser, Erwan juga menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) Pudak. Bahkan, ia juga tidak sungkan-sungkan untuk menjadi petani sayur sekalipun.

 

Kepada NU Online Jatim, Wanto bercerita bahwa dalam menjalani hidup sehari-hari dirinya selalu semangat dan beruaha penuh tanggung jawab. Karena beragama dan bernegara harus istikomah dan berusaha menjadi lebih baik.

 

"Dari muda sudah menjadi petani sayur dan sekarang menjadi ketua paguyuban pedagang dan petani sayur, jadi Kasatkoryon sejak tahun 2002 dan menjadi Kades tahun 2019 lalu," kata Wanto, Kamis (17/09).

 

Kecamatan Pudak, Kabupaten Ponorogo, wilayah tempat tinggal Wanto merupakan dataran tinggi yang kebanyakan masyarakatnya adalah petani sayur. Guna menambah daya jual sayur yang dihasilkan oleh masyarakat setempat, ia memiliki inisiatif bekerjasama dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Ponorogo dengan merealisasikan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

 

"Terobosan ini agar harga sayur dari petani dapat naik dan kesejahteraan petani meningkat," ungkap Wanto.

 

Ia juga mengungkapkan, sayuran yang dihasilkan oleh petani dari Kecamatan Pudak sangat bagus. Terbukti selain dikirim ke pasar yang ada di Kecamatan se Kabupaten Ponorogo juga dijual ke Kabupaten/ Kota tetangga.

 

"Sampai Nganjuk, Madiun, Pacitan, Magetan, Terenggalek dan beberapa kabupaten yang lainya," pungkas Wanto.

 

Editor : Romza


Editor:

Matraman Terbaru