• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 6 Desember 2022

Matraman

Hujan Iringi Kepergian Mustasyar NU Ponorogo, KH Husen Ali

Hujan Iringi Kepergian Mustasyar NU Ponorogo, KH Husen Ali
Mustasyar PCNU Ponorogo, KH Husein Aly. (Foto: NOJ/Yoga)
Mustasyar PCNU Ponorogo, KH Husein Aly. (Foto: NOJ/Yoga)

Ponorogo, NU Online Jatim

Langit bumi Reog Kamis (3/9/2020) petang seolah tidak mampu menahan kepedihan atas wafatnya KH Husen Ali, innalillahi wainna ilahi rajiun.

 

Hujan mengiringi kepergian Pengasuh Pondok  Pesantren Tachfidzul Qur’an (PPTQ) Al-Hasan, jalan Parang Menang, Patihan Wetan, Ponorogo tersebut.

 

Almarhum dikenal pejuang Al-Qur'an dan menjadi sosok yang penting bagi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Cabang (PCNU) Ponorogo sebagai mustasyar. Kepergiannya menjadi duka bagi para santri dan tentu Nahdiyin atau warga NU.

 

Sirojud Tholibin, Sekertaris Persatuan Alumni PPTQ Al Hasan mengatakan kepergian almagfirrah KH Husein Aly meninggalkan berjuta kenangan kepada dirinya dan para santri.

 

"Beliau kalau mengajar sangat lembut, tidak pernah marah,"  katanya saat ditemui di rumah duka.

 

Gus Sirod sapaan akrab Sirojud mengungkap kepergian sang guru tentu membuatnya berduka. Apalagi Gus Sirod sendiri diangkat sebagai anak asuh semenjak kelas 4 sekolah dasar dan dididik selama 13 tahun.

 

"Perjuangan beliau luar biasa di pengajaran Al-Qur'an dan di NU. Beliau pada tahun 80-an satu-satunya pengajar tadfidzul Qur'an di Karesidenan Madiun. Dan di NU, jika ada rapat dan kegiatan lainya kalau tidak repot pasti hadir," terangnya.

 

Gus Sirod menambahkan bahwa sebelum wafat, almarhum memiliki keinginan mewujudkan sebuah masjid hafidz Qur'an. Dimulai dari penabuh bedug, muadzin, imam, khatib, ta'mir harus hafidz Qur'an.

 

"Ini tentu menjadi pekerjaan rumah kita bersama sebagai santrinya," ungkapnya.

 

Sementara itu, di rumah duka tokoh pejuang NU ini, para pengasuh pondok pesantren salaf hadir dan mendoakan. Mereka ingin memberikan penghormatan terakhir.


Editor:

Matraman Terbaru