• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 26 Mei 2022

Matraman

Pemkab Jombang Diminta Buka Kembali Ruang Isolasi

Pemkab Jombang Diminta Buka Kembali Ruang Isolasi
KH Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans, Pengasuh Asrama Queen Al Azhar Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang. (Foto: NOJ).
KH Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans, Pengasuh Asrama Queen Al Azhar Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang. (Foto: NOJ).

Jombang, NU Online Jatim

Belakangan ini, kasus positif Covid-19 di Kabupaten Jombang mengalami peningkatan. Hal tersebut memantik banyak kalangan untuk bersuara. Salah satunya KH Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans, Pengasuh Asrama Queen Al Azhar Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang.

 

Gus Hans meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang untuk segera membuka kembali tempat isolasi. Hal ini menurutnya merupakan salah satu opsi yang dapat dilakukan untuk menanggulangi terjadinya lonjakan Covid-19 di Kabupaten Jombang, lebih-lebih di lingkungan pesantren.

 

"Mengingat, Jombang sebagai kota santri, jangan sampai ada klaster di Pesantren," katanya, dilansir Times Indonesia, Selasa (29/06/2021).

 

Menurut Gus Hans, opsi tersebut merupakan langkah terbaik yang dapat dilakukan saat ini. Karena dikhawatirkan ketika ada orang yang positif Covid-19 dan dipulangkan ke daerah asal justru akan menambah klaster baru di daerah lain.

 

"Saya dapat laporan, ada pesantren yang santrinya positif malah walinya yang diminta menjemput santri tersebut. Ini kan sangat berbahaya," tegasnya.

 

Pihaknya menyarankan, agar rumah karantina seperti Aparma Universitas Darul Ulum (Unipdu) dan tempat lainnya yang dulu pernah dibuat tempat karantina diaktifkan kemballi.

 

"Segera buka ruang isolasi, seperti di Aparma Unipdu kemarin bisa menjadi opsi lagi," ujarnya.

 

Lelaki yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor Unipdu Jombang ini berharap, agar masyarakat dalam kesehariannya terus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Seperti memakai masker dan mengurangi mobilitas di luar rumah.

 

"Saya mohon kerjasamanya kepada semua lapisan masyarakat untuk benar-benar lebih peduli. Karena varian delta yang menyebar belakangan ini tingkat destruktifnya lebih tinggi dan lebih cepat serta bersifat airbone," pungkasnya.


Matraman Terbaru