• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Juli 2022

Matraman

Sekretaris NU di Nganjuk Rutin Bagikan Naskah Khutbah Jumat Gratis

Sekretaris NU di Nganjuk Rutin Bagikan Naskah Khutbah Jumat Gratis
M Badrusy Syafak (48) yang setiap hari Jumat selalu membagikan naskah khutbah gratis (Foto: NOJ/Haafidh Nur Siddiq Yusuf)
M Badrusy Syafak (48) yang setiap hari Jumat selalu membagikan naskah khutbah gratis (Foto: NOJ/Haafidh Nur Siddiq Yusuf)

Nganjuk, NU Online Jatim

Ada banyak cara dalam berkhidmah di Nahdlatul Ulama (NU), baik secara kelembagaan atau personal. Seperti yang dilakukan M Badrusy Syafak (48), Sekretaris Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Sawahan, kabupaten Nganjuk yang setiap hari Jumat selalu membagikan ratusan naskah khutbah gratis di rumahnya.

 

“Aktivitas itu sudah kami lakukan sejak setahun lalu. Tujuannya menyajikan naskah yang berkualitas, menyejukkan dan bermutu kepada masyarakat,” ungkapnya kepada NU Online Jatim, Jumat (04/02/2022).

 

Kang Syafak, sapaan akrabnya, melanjutkan, materi khutbah jumat yang dibagikan selalu aktual dan mengulas persoalan kekinian. Adapun sejumlah tema yang disajikan, antara lain akidah, akhlak, pendidikan, zakat, wakaf, globalisasi, ekonomi syariah, dan masalah generasi milenial.

 

“Kami selalu update materi setiap minggu, baik regional maupun nasional, bahkan internasional,” tutur alumnus Pondok pesantren Al-Asy’ari Sidoarjo tersebut.

 

Ia menggandeng Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) mempersilahkan para khatib atau penceramah menggunakan naskah khutbah jumat tersebut.

 

“Naskah yang kami susun ini  bisa dijadikan alternatif. Tidak ada kewajiban setiap masjid dan penceramah untuk menggunakan naskah khutbah Jumat yang diterbitkan,” ujarnya.

 

Syafak mengaku uang cetak naskah khutbah jumat tersebut berasal dari kantong pribadinya. Hingga saat ini, naskah khutbah tersebut selalu habis dipesan takmir masjid, pengurus NU, maupun alumni pondok yang ada di luar kota.

 

“Kami juga membagikan via media sosial berbentuk dokumen agar lebih banyak yang mengakses, tidak lupa juga kami sertakan sumber khutbah tersebut seperti dari situs NU Online, baik pusat atau NU Online Jatim,” sambungnya.

 

Ia menilai bahwa khutbah Jumat harus menjadi instrumen untuk memberikan informasi konstruktif kepada masyarakat. Oleh karena itu, ia sebagai bagian dari pengurus MWCNU Sawahan sudah seharusnya hadir untuk ikut memfasilitasi keberadaan naskah yang sesuai dengan perkembangan zaman di masyarakat.

  

“Semoga kami sekeluarga diakui menjadi santri oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dan dapat meneladani sifat-sifat beliau,” pungkasnya.


Editor:

Matraman Terbaru