• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 10 Desember 2022

Metropolis

Alissa Wahid Kritik Aparat soal Rumah Ibunda Mahfud MD Digeruduk Massa

Alissa Wahid Kritik Aparat soal Rumah Ibunda Mahfud MD Digeruduk Massa
Tangkapan layar cuitan Alissa Wahid di twitter.
Tangkapan layar cuitan Alissa Wahid di twitter.

Surabaya, NU Online Jatim

Hingga kini peristiwa tentang sekelompk orang yang menggeruduk rumah Siti Khotijah, ibunda Mahfud MD di Jl Dirgahayu, Kelurahan Bugih, Kecamatan/ Kabupaten Pamekasan digeruduk sejumlah massa, Selasa (01/12/2020) lalu menuai perhatian banyak pihak. Salah satunya dari Alissa Wahid, Putri Presiden ke-4 Indonesia KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

 

Menyikapi peristiwa tersebut, Alissa Wahid menulis di akun twitter miliknya @AlissaWahid. Ia menilai sikap aparat keamanan kurang tegas dalam menangani sekelompok orang yang dikenal sering membuat kerusuhan. Menurut Alissa Wahid, massa yang mengepung rumah keluarga Mahfud MD menunjukkan indikasi bahwa mereka sudah merasa hebat dari pemerintah.

 

"Kejumawaan seperti ini sudah saatnya dihentikan. Bila terhadap Ulil Amri (Pemerintah) saja sudah merasa di atas & membangkang, bagaimana pula sikapnya kepada sesama warga yang tidak punya kuasa apa-apa? Semoga prof @mohmahfudmd dan ibunda dilindungi dari kejahatan2 ini," tulis Alissa di twitternya.

 

Dalam cuitan tersebut, ia menyertakan tangkapan layar berita berjudul "Pendemo Ancam Bakar Rumah jika Rizieq Shihab Dipenjara, Ibunda Mahfud MD Diungsikan".

 

Selanjutnya, Alissa Wahid melontarkan kritik terhadap sikap aparat keamanan. Dalam pandangannya, mereka tidak tegas terhadap kelompok yang suka main hakim sendiri. Meski memiliki niat baik melalui pendekatan yang mengutamakan keharmonisan, Alissa Wahid menganggap, sikap mereka bagaikan membesarkan anak macan.

 

"Saya berkali2 diundang bicara di depan Kapolres2 & Pemda2. Beliau2 ini mengutamakan Menjaga Ketertiban & Harmoni Sosial, dg cara merangkul kelp2 yg suka tindak main hakim sendiri. Niatnya baik tapi caranya tidak tepat sebab unintended consequencesnya: membesarkan anak macan," tulisnya.

 

Alissa Wahid kemudian meminta polisi menggunakan perspektif konstitusi dalam menyikapi sekelompok orang yang sering membuat keributan. Sebab, selama ini aparat dinilai hanya menggunakan taktis politis yang justru berdampak pada semakin arogannya kelompok tersebut.

 

"Kelp2 ini makin lama ya makin merasa pongah, yakin dg mobokrasi (berkuasa dg gunakan mob/aksi massa), yakin bahwa Negara memang harus & akan nurut pada mereka. Seharusnya bgmn? Gunakan perspektif konstitusi, jangan taktis politis melulu hadapi mereka. Biar tdk jadi spt ini," tulis Alissa lagi di twitternya.

 

 

Seperti diketahui, hingga Rabu (02/12/2020) kemarin anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Pamekasan bersama TNI-Polri melakukan pengamanan di rumah ibunda Mahfud MD. Itu dilakukan guna mengantisipasi peristiwa penggerudukan di rumah tersebut berulang kembali.


Editor:

Metropolis Terbaru