• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 2 Juli 2022

Metropolis

Asyura, NU di Sidoarjo Salurkan 50 Juta Santunan untuk Yatim

Asyura, NU di Sidoarjo Salurkan 50 Juta Santunan untuk Yatim
PRNU Wunut, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo mengadakan santunan anak yatim di serambi Masjid Jami’ Al Maghfiroh desa setempat, Rabu (18/08/2021). (Foto: NOJ/ Yuli Riyanto).
PRNU Wunut, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo mengadakan santunan anak yatim di serambi Masjid Jami’ Al Maghfiroh desa setempat, Rabu (18/08/2021). (Foto: NOJ/ Yuli Riyanto).

Sidoarjo, NU Online Jatim

Berbagai amalan saleh biasa dilakukan pada 10 Muharram atau yang dikenal dengan sebutan Asyura. Mulai dari bersedekah, berpuasa, serta memuliakan anak yatim.

 

Hal tersebut menjadi semangat pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Wunut, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo untuk mengadakan santunan anak yatim yang dipusatkan di serambi Masjid Jami’ Al Maghfiroh desa setempat, Rabu (18/08/2021). Acara ini dikemas dalam acara menyambut 10 Muharram 1443 H sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-76.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus Ranting NU Wunut beserta lembaga dan badan otonom (Banom), Unit Pengelola Zakat, Infak, Shadaqah (UPZIS) Lembaga Amil, Zakat, Infak, Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Ranting, pengurus takmir, dan tamu undangan lainnya. Acara berlangsung dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

 

Ketua PRNU Wunut Ustadz H Muhammad Kholil menuturkan, pandemi yang masih terjadi saat ini benar-benar mempengaruhi seluruh aspek kehidupan. Oleh karenanya, PRNU Wunut mencoba melakukan ikhtiar dengan melakukan doa bersama dan santunan yatim pada 10 Muharram.

 

“Kenapa kita pilih 10 Muharram, karena banyak kejadian-kejadian besar ditanggal tersebut. Seperti Nabi Adam diterima tobatnya pada tanggal 10 Muharram, Nabi Nuh diselamatkan dari banjir bandang juga pada tanggal itu, dan masih banyak lagi kejadian besar yang dialami nabi di tanggal 10 Muharram,” tutur Abah Kholil, sapaan akrabnya.

 

Lebih lanjut, Abah Kholil mengajak agar seluruh Nahdliyin bersama-sama melakukan doa bersama dengan cara mujahadah Istigotsah di masjid, mushala dan rumah masing masing. “Mari kita melakukan doa bersama dengan mujahadah Istiqotsah, bakda Shalat Maghrib sampai Isya’,” ajaknya.

 

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Jami’ Al Maghfiroh  sekaligus panitia acara Ustad Achmad Nur Wahyudi mengatakan, digelarnya doa bersama ini tujuannya adalah untuk membantu sesama serta sebagai ikhtiar agar terhindar dari wabah Covid-19.

 

“Disamping doa bersama, PRNU Wunut beserta lembaga dan Banom juga menggelar santunan kepada 40 anak yatim piatu se-Desa Wunut berupa paket sembako dan makanan,” katanya.

 

Dijelaskannya, PRNU Wunut dalam kesempatan tersebut juga memberikan santunan berupa uang tunai sebesar  Rp 1,3 juta per anak. Adapun sumber dananya diperoleh dari UPZIS LAZISNU Ranting Wunut, Jam’iyyah Tahlil dan Diba’ putri serta para aghniya.

 

“Kita tahu, bahwa doa anak yatim adalah doa yang diijabah oleh Allah SWT. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada para aghniya dan Pemdes Wunut yang telah membantu menyukseskan acara tersebut,” tegasnya. 

 

 

Nadia Rahma lestari, siswa kelas VI SDN Wunut 1, salah satu anak yatim penerima santunan mengaku senang telah menerima santunan tersebut. Menurutnya, santunan ini sangat bermanfaat bagi dirinya dan keluarga.

 

“Terima kasih atas bantunan yang diberikan kepada saya, semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi saya dan keluarga,” ujarnya.

 

Editor: Romza


Editor:

Metropolis Terbaru