• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 27 September 2022

Metropolis

Begini Tips Hidup Sehat Lawan Covid-19 ala Pengasuh Pesantren di Gresik

Begini Tips Hidup Sehat Lawan Covid-19 ala Pengasuh Pesantren di Gresik
KH Mulyadi, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ihsan Menganti Gresik. (Foto: NOJ/MSH).
KH Mulyadi, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ihsan Menganti Gresik. (Foto: NOJ/MSH).

Gresik, NU Online Jatim

Penyebaran virus Covid-19 seakan tidak ada habisnya. Setiap hari angka kasus positif terus bertambah. Tentu, hal ini perlu dilakukan ikhtiar bersama di semua elemen, sebagai langkah preventif mencegah semakin melonjaknya kasus Covid-19.

 

Sebagai upaya membantu pencegahan dan penanganan Covid-19, Pondok Pesantren Darul Ihsan Menganti Gresik, melakukan edukasi terkait Covid-19 dan tips hidup sehat di masa pandemi kepada santri dan masyarakat sekitar.

 

Hal tersebut dilakukan langsung oleh pengasuh pesantren setempat, KH Mulyadi, bersama pihak terkait di lingkungan pesantren. “Usaha lahir dan batin harus sama-sama kita dilakukan,” ujarnya, Kamis (22/07/2021).

 

Di antara usaha lahir ialah dengan melakukan olehraga ringan dan berjemur minimal 30 menit. Hendaknya ketika berjemur sinar matahari dapat menyinari langsung tulang belakang, untuk menyerap vitamin D.

 

Di samping itu, menurut Kiai Mulyadi, hendaknya menghirup dan berkumur air garam grosok yang hangat. Mengingat, hal ini dapat membunuh virus yang menempel.

 

“Selain itu, juga bisa melakukan terapi uap dengan bawang putih, minyak kayu putih dan garam grosok. Caranya juga sama-sama dihirup,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, tidak hanya ikhtiar lahir saja yang perlu dilakukan, tetapi juga ikhtiar batin. Karena ikhtiar batin erat kaitannya psikologi seseorang. Di antaranya yang dapat dilakukan ialah selalu berprasangka baik atas ketentuan Allah Swt, sebagai takdir yang wajib diterima dengan lapang dada.

 

“Selalu bersyukur atas nikmat Allah yang diberikan selama ini, yang tentu saja kita tidak dapat menghitungnya,” imbuh Kiai Mulyadi.

 

Ikhtiar batin lainnya yang selayaknya dilakukan ialah selalu berdoa memohon perlindungan kepada Allah Swt, serta membaca shalawat sebanyak mungkin dengan ikhlas.

 

 

“Jangan panik. Tanamkan dalam psikis kita untuk selalu merasa senang dan penuh optimis menjalani kehidupan,” katanya.

 

Editor: A Habiburrahman


Metropolis Terbaru