• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 2 Juli 2022

Metropolis

Bencana Alam Kian Meluas, LPBINU Jatim Ajak Saling Mendukung

Bencana Alam Kian Meluas, LPBINU Jatim Ajak Saling Mendukung
Relawan LPBINU harus menerabas kawasan banjir. (Foto: NOJ/TWt)
Relawan LPBINU harus menerabas kawasan banjir. (Foto: NOJ/TWt)

Surabaya, NU Online Jatim

Musim hujan di Indonesia masih belum selesai. Bahkan di beberapa tempat mengalami banjir, longsor, dan air laut pasang. Sejumlah bencana yang terjadi membuat pemerintah kelabakan dalam menangani kejadian tersebut, khususnya di beberapa titik di Jawa Timur.

 

Syaiful Amin menyatakan, kalau di berbagai kawasan mengalami curah hujan tinggi sehingga membuat beberapa titik di Jatim rawan banjir. Selain itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan Indonesia sedang dilanda La Nina.

 

“Sudah diperkirakan oleh BMKG mulai November kemarin,” kata Ketua Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Penanganan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Jatim ini, Ahad (24/01/2021).

 

Disampaikan pria kelahiran Sumenep tersebut, bahwa akan terjadi musim hujan yang intensitasnya lebih dari 40 persen dari biasanya. Itu juga yang biasa disebut dengan La Nina.

 

Amin mengatakan bahwa ada fakta, kawasan yang aman, sekarang tertimpa banjir. Demikian pula air yang mestinya surut satu atau dua hari, kini bisa sampai berhari-hari.

 

“Banyak daerah yang tidak biasa banjir, ternyata banjir. Begitu juga kawasan langganan banjir yang biasanya sehari dua hari, ada yang sampai satu minggu. Bahkan ada yang sampai dua pekan tidak surut,” tuturnya kepada NU Online Jatim.

 

Dijelaskannya, PW LPBINU Jatim memiliki jargon ‘kita jaga alam, alam jaga kita’ sudah melakukan penghijauan dan menjaga kebersihan saluran. Akan tetapi masyarakat kurang mawas terkait membuang sampah pada tempatnya.

 

 “Kita sudah melakukan penghijauan, demikian pula sumbatan saluran air dari hulu ke hilir dilancarkan. Akan tetapi banyak sampah yang diakibatkan masyarakat masih tidak sadar dengan membuangnya ke sungai atau kali,” keluhnya.

 

Dirinya menyayangkan sebagian masyarakat yang belum tahu manfaat sampah yang bisa didaur ulang, malahan dibuang ke sungai. Padahal itu dapat menyumbat yang berakibat banjir, apalagi saat musim hujan.

 

“Sebenarnya sampah-sampah itu banyak manfaatnya, mungkin perlu didaur ulang. Karenanya perlu pelajaran atau ilmu lagi untuk mendaur ulang sampah,” ungkapnya.

 

Melihat kondisi bencana alam saat ini, Amin berharap kepada warga, khususnya Nahdiyin untuk memberikan dukungan berupa bantuan.

 

“Nantinya sumbangan bisa disalurkan lewat Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama atau LAZISNU Jatim dan kawasan setempat,” pungkasnya.

 

Editor: Syaifullah


Editor:

Metropolis Terbaru