• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 5 Juli 2022

Metropolis

Berdayakan Bu Nyai dan Ning Muda, Fatayat NU Jatim Adakan Ngaji Virtual

Berdayakan Bu Nyai dan Ning Muda, Fatayat NU Jatim Adakan Ngaji Virtual
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Surabaya, NU Online Jatim

Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur menggelar ‘Ngaji Interaktif Tematik’ secara virtual, Senin (02/11/2020) malam. Agenda ini merupakan rutinan yang dilakukan setiap Senin Pahing di setiap bulannya.

 

"Kami pilih hari senin karena hari Senin adalah hari lahirnya Fatayat," kata Siti Khabibah, Ketua 3 Bidang Dakwah dan Sosial Budaya PW Fatayat NU Jatim.

 

Ia juga memaparkan, agenda tersebut pernah berlangsung secara tatap muka atau luar jaringan (Luring) di Musholla Pengurus Wilayah NU (PWNU) selama tiga hingga empat kali. Namun semenjak datangnya Covid-19 yang menganjurkan masyarakat untuk melakukan aktifitas dari rumah, akhirnya rutinan tersebut dialihkan melalui aplikasi zoom.

 

"Sudah pernah berjalan sekitar 3 hingga 4 kali, namun karena Pandemi Covid-19 akhirnya kami alihkan dari ngaji tatap muka menjadi ngaji online," papar Khabibah.

 

Selain itu, Khabibah mengungkapkan, kegiatan tersebut diinisiasi oleh Forum Daiyah Fatayat (Fordaf) yang merupakan lembaga dibawah naungan Bidang Dakwah dan Sosial Budaya. Kegiatan tersebut  diharapkan bisa bermanfaat bagi perempuan jamiyah Nahdlatul Ulama di Jatim.

 


 

"Kami tentunya berharap bahwa, pertama ngaji tersebut merupakan bentuk charge ilmu kita. Yang kedua sebagai sharing karena tidak hanya satu arah saja. Yang ketiga yakni memberdayakan Bu Nyai dan Ning Muda yang potensial. Sebenarnya banyak dari Bu Nyai maupun Ning Muda kita yang berpotensi dan mampu, namun beliau-beliau  cenderung tidak percaya diri pada kemampuannya. Padahal sebetulnya keilmuan beliau-beliau sangat mumpuni. Dan yang terakhir tentunya adalah bentuk syiar kita sebagai perempuan NU untuk terus mensyiarkan Islam," ungkap Khabibah.

 

Penulis: Anita
Editor: Romza


Editor:

Metropolis Terbaru