• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 27 Juni 2022

Metropolis

Berdayakan Ekonomi Umat, LPNU Sidoarjo Pasarkan Produk UMKM

Berdayakan Ekonomi Umat, LPNU Sidoarjo Pasarkan Produk UMKM
Toko NU Sidoarjo menjual aneka macam produk UMKM warga nahdilyin setempat. (Foto: NOJ/LYR)
Toko NU Sidoarjo menjual aneka macam produk UMKM warga nahdilyin setempat. (Foto: NOJ/LYR)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) merupakan perangkat atau lembaga dibawah naungan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) yang bertugas melaksanakan kebijakan NU di bidang pengembangan ekonomi nahdliyin.

 

Pengurus Cabang (PC) LPNU Kabupaten Sidoarjo memiliki banyak program guna mengembangkan ekonomi nahdliyin, diantaranya dengan mendirikan Toko NU Sidoarjo pada tahun 2018 silam. Toko NU Sidoarjo ini memiliki beberapa ruangan, terdiri dari ruangan untuk memajang produk non Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), produk UMKM, dan konsultasi UMKM. Dengan konsep ini PC LPNU Sidoarjo berhasil meraih PWNU Jatim Award 2019 lalu kategori Toko NU terbaik.

 

Toko kebanggaan nahdliyin Sidoarjo yang berlokasi di kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo ini tidak hanya menjual aneka macam produk makanan maupun minuman dari kalangan pengusaha NU dan UMKM setempat. Melainkan juga menyediakan produk-produk garmen seperti seragam lembaga dan Badan Otonom (Banom) NU, kopyah, sandal wudlu, dan sarung.

 

Selama pandemi Covid-19 ini, Toko NU Sidoarjo menjual peralatan protokol kesehatan, diantaranya handsanitizer, sabun cuci tangan, cairan disinfektan, masker, dan alat penyemprot. Pelanggan Toko NU Sidoarjo tidak hanya dari kalangan nahdliyin di Sidoarjo, bahkan ada yang dari Kabupaten Malang, Pemalang, dan Tuban.

 

Sebelum pandemi, rata-rata omzet yang diperoleh sekitar Rp 7 juta per bulannya, sedangkan selama masa pandemi menurun sekitar Rp 5 juta per bulan. Dan pada bulan Ramadlan tahun ini omset yang diperoleh diperkirakan bisa mencapai Rp 100 juta lebih.

 

“Awalnya dulu kita membranding produk-produk warga NU, bahkan produk sandal wudlu dari Kecamatan Waru pernah sempat laku keras hingga luar daerah, sampai saat ini binaan kami ada 15 UMKM di Sidoarjo. Sebelum pandemi kita sering memasarkan produk-produk UMKM di beberapa acara bazar yang digelar di Jawa Timur dan sekitarnya,” kata Ketua PC LPNU Sidoarjo Abdul Fatich, kepada NU Online Jatim, Sabtu (09/05/2021).

 

Lebih lanjut, Fatich menegaskan, terobosan yang akan dijalankan oleh PC LPNU Sidoarjo ke depan, yakni sinergi program dengan PC LPNU Kabupaten Blitar berupa program Tabungan Nahdilyin (Tabana), dengan jargon sampah (minyak jelantah, batok, dan karak) dirubah menjadi emas. Rencananya setiap rumah warga nahdliyin akan disediakan jerigen ukuran lima liter untuk menaruh sampah tersebut dan setiap bulannya akan dibeli oleh LPNU.

 

“Sedangkan hasil keuntungannya bisa ditabung berupa uang atau logam mulia Antam (emas batangan). Kita akan kerja sama dengan Pegadaian Syariah yang menyediakan emas kecil, karena dengan bahasa emas ibu-ibu akan mudah tertarik. Saat ini LPNU Sidoarjo juga sedang memfasilitasi penjualan garam beryodium sinergi dengan PT Garam dan PC Fatayat NU Sidoarjo,” tegas pria yang pernah nyantri di Pesantren Al Hidayah Ketegan dan alumni Pesantren Al Falah Ploso Kediri ini.

 

Menurutnya, pengembangan ekonomi tidak akan berhasil tanpa adanya promosi. Bentuk paling konkritnya, ke depan PC LPNU harus membantu memasarkan produk unggulan UMKM nahdliyin di Sidoarjo.

 

“Sebetulnya produk unggulan UMKM nahdiyin di Sidoarjo sangat banyak jumlahnya, tetapi mereka banyak yang kesulitan mendaftarkan produk halal dan ijin usahanya. Ini yang perlu mendapatkan perhatian dan bantuan. Harapan kita kedepan masyarakat terutama warga nahdliyin bisa berdaya,” pungkasnya.

 

Program yang diusung LPNU Sidoarjo ini selaras dengan program LPNU Jatim yaitu Nuconomic Sinergi Umat.

 

Editor: Risma Savhira


Metropolis Terbaru