• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 7 Februari 2023

Metropolis

Bom Bunuh Diri di Bandung, Islam Wasathiyah Jadi Indikator Kondusifitas Wilayah

Bom Bunuh Diri di Bandung, Islam Wasathiyah Jadi Indikator Kondusifitas Wilayah
Lokasi ledakan bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar Bandung. (Foto: NOJ/kompas)
Lokasi ledakan bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar Bandung. (Foto: NOJ/kompas)

Surabaya, NU Online Jatim
Ledakan bom bunuh diri terjadi di Markas Polsek Astanaanyar Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (07/12/2022). Hal ini dibenarkan oleh Brigjen Ahmad Ramadhan, Penmas Divisi Humas Polri.

 

"Di Astanaanyar terjadi bom bunuh diri sekitar pukul 08.20," katanya seperti dikutip dalam Kompas.com.

 

Kombes Aswin Sipayung, Kapolrestabes Bandung mengungkapkan bom bunuh diri tersebut meledak saat anggota Polisi sedang apel pagi. 

 

"Saat apel pagi ada seseorang yang masuk ke Mapolsek dan mengacungkan senjata. Kemudian pelaku mencoba menerobos apel. Akhirnya anggota menghindar, ada ledakan dan pelaku meninggal dunia di lobi Astanaanyar," terangnya.

 

Penguatan Islam Wasathiyah
Merespons hal itu, Prof KH Abdul Halim Soebahar Wakil Ketua MUI Jawa Timur mengungkapkan bahwa penguatan Islam wasathiyah menjadi hal yang urgen untuk menanggulangi terorisme.

 

"Komitmen Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sangat luar biasa untuk penguatan Islam wasathiyah. Ini sangat berarti untuk kondusifitas wilayah di Jawa Timur yang menjadi sorotan dalam skala nasional maupun global," ujarnya saat Halaqah Kebangsaan Relasi Ulama Umara dalam Konteks Penguatan Ideologi Negara Bangsa di Surabaya, Rabu (07/12/2022).

 

Oleh karena itu, ia meminta hubungan antara ulama dan umara dapat dipererat agar sama-sama dapat berkolaborasi dalam menjaga keutuhan bangsa.

 

"Umara dalam hal ini TNI Polri harus lebih mengeratkan hubungan dengan para ulama agar bisa sama-sama memberi pencerahan kepada masyarakat terkait Islam wasathiyah dan penguatan ideologi bangsa," tutupnya.


Metropolis Terbaru