• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 6 Februari 2023

Metropolis

Demi Generasi Emas, yuk Ibu-Ibu NU Dukung Ajakan Arumi Bachsin

Demi Generasi Emas, yuk Ibu-Ibu NU Dukung Ajakan Arumi Bachsin
Arumi Bachsin. (Foto: NOJ/Humas Pemprov Jatim)
Arumi Bachsin. (Foto: NOJ/Humas Pemprov Jatim)

Surabaya, NU Online Jatim

Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Timur yang juga alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Arumi Bachsin, mengajak semua pihak untuk ikut bersama-sama mencegah persoalan stunting atau kekurangan gizi kronis pada balita di tengah-tengah masyarakat.

 

Dengan upaya bersama-sama, istri Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak itu berharap agar angka stunting di Jatim bisa segera turun mengingat pemerintah saat ini tengah mempersiapkan generasi emas Indonesia 2045.

 

"Tujuannya agar generasi penerus Indonesia tidak mengalami masalah seputar potensi sumber daya manusia dan tingkat kesehatan," ujar Arumi Bachsin saat menjadi pembicara dalam Podcast Serasa: Jatim Cegah Stunting, yang diselenggarakan di Studio MPC BKKBN Jatim, Senin (31/05/2021) pagi.

 

Arumi menyebutkan, berdasarkan data World Bank menjelaskan, 54 persen dari usia angkatan kerja saat ini mengalami stunting di masa bayi. Data itu membuat pemerintah serius untuk melakukan upaya pencegahan.

 

Menurutnya, prevalensi stunting adalah masalah perkembangan yang krusial untuk segera dientaskan. Pasalnya, kekurangan gizi kronis pada balita diperkirakan akan menghambat momentum generasi emas Indonesia 2045.

 

"Di Jatim ini, banyak sekali desa dan kelurahan yang jumlahnya mencapai 8.501. Masing-masing punya kelompok PKK yang diurus 10-15 orang. Nah ini akan sangat membantu kita untuk menurunkan prevalensi stunting di Jatim," ungkap Arumi.

 

TP PKK Provinsi Jatim terus berkolaborasi dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Jatim. Dari kerja sama itu, muncul beberapa program yang ditargetkan untuk para ibu dan ayah, serta calon orang tua.

 

Bentuk kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pemberian edukasi bagi orang tua yang memiliki balita. Sebagian besar balita terkena stunting disebabkan minimnya pengetahuan ibu dan ayah dalam merawat balita nya.

 

"Salah satu akar masalah ini adalah ketidaktahuan orang tua. Semua orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Mereka selalu memberi makan, tetapi tidak semua orang tua menerima paparan soal apa itu gizi yang seimbang," jelas Arumi.

 

Untuk merealisasikan program tersebut, Arumi mengharapkan agar seluruh kader PKK di tingkat kabupaten/kota ikut mensosialisasikan program edukasi bagi orang tua yang memiliki balita dan calon orang tua. Peran para kader utamanya adalah memberi penyuluhan kepada masyarakat tentang pengetahuan dan kesadaran keluarga akan pentingnya kesehatan ibu dan anak (KIA).

 

Tak hanya itu, program yang diperuntukkan bagi calon orang tua adalah program prakonsepsi. Jika program penyuluhan difokuskan pada orang tua yang sudah memiliki anak, maka prakonsepsi ditujukan pada mereka yang sedang berencana memiliki momongan.

 

Editor: Nur Faishal


Metropolis Terbaru