• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 18 Agustus 2022

Metropolis

E-Trash, Platform Jual-beli Sampah Bikinan Mahasiswi ITS

E-Trash, Platform Jual-beli Sampah Bikinan Mahasiswi ITS
Tiga mahasiswi ITS pencipta e-Trash. (Foto: Dokumentasi ITS)
Tiga mahasiswi ITS pencipta e-Trash. (Foto: Dokumentasi ITS)

Surabaya, NU Online Jatim

Tiga mahasiswi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengembangkan aplikasi jual beli dan daur ulang sampah bernama e-Trash. Masyarakat umum juga  bisa memangfaatkan platform berbasis web ini.

 

Tiga mahasiswi ITS pencipta e-Trash itu ialah Intan Mey Setyaningrum dan Latifatul Fajriyah, keduanya mahasiswa Teknik Fisika, Fadhila Rosyidatul 'Arifah, mahasiswa Teknik Material dan Metalurgi.

 

Ketua tim Fadhila Rosyidatul 'Arifah menjelaskan, e-Trash merupakan platform jual beli dan produk daur ulang sampah. Mulanya, ide e-Trash muncul dengan tujuan agar masyarakat dapat dengan mudah menukarkan sampah anorganik atau barang bekas dengan koin yang bisa dikonversikan ke uang tunai.

 

“Dengan begitu secara tak langsung kami dapat membantu perekonomian masyarakat agar lebih stabil,” kata Fadhila dalam keterangan tertulis diterima pada Rabu (28/07/2021).

 

Ia menambahkan, untuk masyarakat bisa mengakses platform e-Trash dengan cara masuk melalui https://www.etrashidn.com. Selanjutnya, pengguna mendaftarkan akun dengan email dan login terlebih dahulu.

 

Anggota tim Intan menjelaskan, di e-Trash pengguna bisa bertindak menjadi penjual sekaligu pembeli. Bagi yang berada di Surabaya, pengguna dapat menjual atau membeli barang dengan enam kategori. Antara lain botol plastik, elektronik bekas, botol kaca, kardus, buku dan koran bekas, serta kayu dan bambu. Pengguna hanya perlu menyertakan alamat dan foto sampah yang akan dijual. 

 

"Pihak e-Trash akan menghampiri lokasi dan memberikan sejumlah uang kepada penjual,” ujarnya.

 

Apabila barang dari penjual memiliki nominal rupiah yang kecil, maka e-Trash tidak bisa melakukan penjemputan. Karena itu penjual disarankan mengunggah gambar produk, nama produk, deskripsi produk, hingga jumlah stoknya sendiri.

 

Penjual juga akan mendapatkan uang usai pesanan terselesaikan dan nominalnya akan terpotong sebesar lima persen dari hasil penjualan produk. Pengguna juga dapat membeli sampah dan mengetahui detail dari barang yang akan dibelinya. Pembeli dari luar kota pun tidak perlu khawatir karena e-Trash sudah menyediakan sistem rekening bersama.

 

Platform ini dilengkapi dengan lima fitur menarik. Di antaranya adalah fitur home untuk mencari produk, fitur keranjang untuk mengetahui produk yang ingin dibeli, fitur cash flow untuk mengetahui riwayat keuangan yang telah dilakukan, serta fitur notifikasi untuk menerima pesan dan riwayat transaksi yang telah dilakukan.

 

Ke depan, Intan berharap e-Trash dapat merangkul mitra seperti bank sampah dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk bekerja sama. Intan berharap e-Trash dapat dikenal oleh masyarakat dan dapat melakukan pengembangan fitur.


Metropolis Terbaru