• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 18 Agustus 2022

Metropolis

Fatayat NU Surabaya Raya Gagas Tim Mitigasi Pasien Covid-19

Fatayat NU Surabaya Raya Gagas Tim Mitigasi Pasien Covid-19
Webinar 3 Serangkai yang bertajuk ‘Semangat Tiga Serangkai dalam PPKM Darurat di Masa Pandemi Covid-19’, Ahad (25/07/2021). (Foto: NOJ/LYR)
Webinar 3 Serangkai yang bertajuk ‘Semangat Tiga Serangkai dalam PPKM Darurat di Masa Pandemi Covid-19’, Ahad (25/07/2021). (Foto: NOJ/LYR)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Sidoarjo berkolaborasi dengan PC Fatayat NU Surabaya, Gresik, dan Bawean mengadakan Webinar 3 Serangkai yang bertajuk ‘Semangat Tiga Serangkai dalam PPKM Darurat di Masa Pandemi Covid-19’, Ahad (25/07/2021).

 

Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya bersama dalam menyatukan gerakan menghadapi situasi pandemi Covid-19 di wilayah Surabaya Raya.

 

Ketua PC Fatayat NU Sidoarjo, Elok Sifak Munadiroh mengatakan, berdasarkan catatan sejarah bahwasanya Fatayat NU dilahirkan oleh tiga tokoh perempuan, yakni Chuzaimah Mansur dari Gresik, Aminah Mansur dari Sidoarjo, dan Murtosijah Chamid dari Surabaya.

 

“Maka dari itu, sudah saatnya spirit tiga serangkai tersebut bersinergi bersama menghadapi situasi pandemi Covid-19 sebagai bentuk khidmah kepada Nahdliyin,” kata Elok kepada NU Online Jatim.

 

Dirinya menambahkan, merujuk pada rencana jangka panjang pengembangan Fatayat NU 25 Tahun (2015-2040), visi Fatayat NU adalah menjadi badan otonom (banom) perempuan NU yang mampu menerjemahkan Islam sebagai rahmat bagi perempuan dan laki-laki dengan berpartisipasi aktif dalam mewujudkan tatanan kehidupan yang setara dan adil di dalam lingkungan keluarga, masyarakat, negara dan dunia.

 

Hal tersebut, menurut Elok, diwujudkan dengan sejumlah kegiatan sosial selama pandemi. Semisal berbagi daging qurban kepada warga yang melakukan isolasi mandiri (isoman) dan kurang mampu, serta berbagi paket sembilan bahan pokok (sembako) ke penggali kubur.

 

“Tidak hanya itu, kami juga mengisi kegiatan dengan melakukan penguatan UMKM, sebagai bentuk upaya pemulihan ekonomi anggota,”  ujarnya.

 

Lebih lanjut, Elok berharap, kegiatan tesebut bisa menambah dan menguatkan ikatan silaturahim PC Fatayat NU Surabaya Raya, serta bisa mengambil hikmah dari perjuangan para pendiri Fatayat NU dalam mensyiarkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

 

“Dan di masa pandemi ini, sahabati Fatayat bisa memberikan kontribusi yang besar di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.

 

Dalam webinar tersebut, juga dibuka forum dialog serta saling bertukar kabar bersama perihal kiprahnya dalam berkhidmah menghadapi pandemi Covid-19. Salah satunya disampaikan oleh dr Nila Hapsari, pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Manyar Gresik yang mengusulkan tentang perlunya pembentukan Tim Mitigasi Fatayat NU.

 

“Nanti tugasnya ialah mendata jumlah anggota Fatayat NU yang sedang isoman di setiap PAC atau Ranting. Tim mitigasi juga dapat memberikan edukasi tentang tata cara pelaksanaan isoman di rumah serta konsultasi online,” tuturnya.

 

Selain itu, pihaknya juga mengusulkan dibuat dapur darurat di masing-masing PAC untuk penyediaan makanan siap saji kepada isoman.

 

 

“Mengingat, tidak semua pasien bisa memasak di rumah karena faktor kesehatannya tersebut,” tegasnya.

 

Akhirnya, dari pertemuan tersebut disepakati, bahwa PC Fatayat Surabaya Raya akan membentuk tim mitigasi bagi pasien Covid-19 dengan teknis yang akan diatur lebih lanjut.

 

Editor: A Habiburrahman


Metropolis Terbaru