• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 27 Juni 2022

Metropolis

Enam Laskar FPI Tewas, NU Jatim Minta Polisi Bertindak Humanis

Enam Laskar FPI Tewas, NU Jatim Minta Polisi Bertindak Humanis
PWNU Jatim berharap polisi lebih mengedepankan sisi kemanusiaan. (Foto: NOJ)
PWNU Jatim berharap polisi lebih mengedepankan sisi kemanusiaan. (Foto: NOJ)

Surabaya, NU Online Jatim

Keberadaan polisi di masyarakat adalah sebagai pengayom. Kalau terjadi hal yang tidak diharapkan, hendaknya lebih mengedepankan pendekatan kemanusiaan.

 

Penegasan ini disampaikan KH Abdussalam Shohib terutama terkait insiden di Tol Jakarta-Cikampek Km 50. Yang mana, dari kejadian tersebut setidaknya ada enam laskar Front Pembela Islam atau FPI yang tewas saat berhadapan dengan polisi.

 

"Ya, (polisi harus humanis). Lebih mengedepankan sisi kemanusiaan ya. Dan insiden itu (penembakan enam anggota laskar FPI) harus ada investigasi yang jelas," kata kiai yang juga Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur tersebut, Sabtu (12/12/2020).

 

Gus Salam, sapaan akrabnya menilai tewasnya enam anggota laskar FPI menimbulkan pertanyaan besar bagi masyarakat Indonesia. Karenanya, polisi harus membuka kasus itu secara transparan.

 

Dalam pandangan Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif, Denanyar, Jombang ini, Habib Rizieq Shihab atau HRS sudah beriktikad baik dengan menyampaikan permintaan maaf. Terlebih dia akan menghentikan kegiatan yang bersifat menimbulkan kerumunan.

 

"Kita tahu Habib Rizieq Shihab sudah minta maaf. HRS juga beriktikad baik menyetop semua kegiatan yang menimbulkan kerumunan, dan hari ini hadir ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan. Ini harus kita apresiasi bersama karena menunjukkan beliau taat hukum," terangnya.

 

Gus Salam mendesak, dalam menetapkan HRS sebagai tersangka pelanggaran protokol kesehatan, kepolisian mempertimbangkan untuk tidak menjeratnya dengan pasal karet.

 

Lebih lanjut dikemukakan bahwa memang benar antara dirinya dan NU sering berbeda pemikiran dan gerakan dengan HRS dan FPI. Namun dia menolak keras bila aparat berlebihan dalam penangan kasus ini.

 

"Saya berdoa semoga jalan perjuangan HRS diridhai Allah dan mengajak beliau dalam berdakwah agar lebih mengedepankan akhlakul karimah," pungkas Gus Salam.


Editor:

Metropolis Terbaru