• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 28 Mei 2022

Metropolis

Gandeng LPBINU, BPBD Mojokerto Gelar Pembinaan Destana

Gandeng LPBINU, BPBD Mojokerto Gelar Pembinaan Destana
Kegiatan simulasi Destana di Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang (Foto: NOJ/Yulia NH)
Kegiatan simulasi Destana di Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang (Foto: NOJ/Yulia NH)

Mojokerto, NU Online Jatim

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto menyelenggarakan pembinaan Desa Tangguh Bencana (Destana) berupa pelatihan simulasi tanggap darurat ancaman bencana banjir bandang. 

 

Kegiatan dilaksanakan bersama Pengurus Cabang (PC) Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) dan Welirang Comunity yang bertempat di parkiran akar seribu, Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Rabu (13/10/2021).

 

Puji Andriati, Kepala Bidang Pencegahan Dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Mojokerto menjelaskan, pelatihan simulasi tanggap darurat ini untuk antisipasi dan meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Begaganlimo yang sudah mempunyai predikat Desa Tangguh Bencana.

 

“Nantinya biar diinformasikan lebih lanjut ke masyarakat Begaganlimo, di mana mereka dapat melakukan kesiapsiagaan terhadap ancaman yang ada, seperti banjir bandang dan longsor,” katanya kepada NU Online Jatim.

 

Ia juga menambahkan agar masyarakat di Desa Begaganlimo nantinya mempunyai kesiapan dalam mengantisipasi bencana, sehingga dilakukannya latihan rutin tanggap bencana. 

 

“Kalau suatu saat ada hujan deras, perlu adanya sistem peringatan dini dimulai dari orang-orang yang ada di Desa Dilem, Desa Begaganlimo, dan Desa Kalikatir. Tiga Desa ini saling terkait untuk memberikan informasi kondisi masing-masing wilayahnya,” ujar Puji.

 

Tujuan diadakannya pelatihan ini untuk memberikan wawasan tentang tanggap darurat. Serta memberikan pandangan bagi Pemerintah Desa (Pemdes) tentang berbagai sarana yang harus tersedia dalam upaya penyelamatan jiwa. Mengingat penyelamatan jiwa manusia itu adalah yang utama.

 

“Seperti tadi belum ada tandu, jadi menggunakan sarung dengan bambu, pakai kursi juga bisa untuk mengevakuasi warga-warga yang rentan,” pungkasnya.

 

Suroso selaku Kepala Desa Begaganlimo mengatakan, melihat medan atau posisi desa di pegunungan ini perlu sekali dibentuk desa yang bernama Destana. Kedepannya juga melanjutkan upaya ketangguhan desa ini akan dikerja samakan antara Pemdes Begaganlimo, dengan LPBINU juga Welirang Comunity. 

 

 

“Kami bersepakat untuk terus berupaya mewujudkan Destana dengan segala indikator yang disyaratkan. Untuk itu, kami bersepakat untuk kerja sama dengan LPBI NU dan Welirang Comunity dengan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU),” tuturnya.

 

Penulis: Yulia Novita Hanum


Editor:

Metropolis Terbaru