• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 1 Juli 2022

Metropolis

Geger Mata Anak Kandung Dicungkil demi Pesugihan, Ini Kata Gus Salam

Geger Mata Anak Kandung Dicungkil demi Pesugihan, Ini Kata Gus Salam
Wakil Ketua NU Jatim Gus Salam. (Foto: NOJ)
Wakil Ketua NU Jatim Gus Salam. (Foto: NOJ)

Surabaya, NU Online Jatim

Publik dibuat geleng-geleng kepala dengan aksi sadis empat orang satu keluarga di Kelurahan Gantarang, Kecamatan, Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, yang tega menganiaya dua anak mereka, DD (22 tahun) dan  AP (6 tahun), karena pengaruh ilmu hitam jenis pesugihan. DD meninggal dunia sementara AP dirawat di rumah sakit setelah bola mata kanannya dicungkil orang tuanya.

 

Para pelaku telah ditahan dan ditetapkan tersangka. Mereka ialah ayah korban berinisial TT (58 tahun), ibu korban berinisial HA (40), kakek korban berinisial DB (70), dan paman korban berinisial DM (44). Kasus itu terbongkar pada Rabu siang pekan lalu. Saat itu, sejumlah warga melayat ke rumah para tersangka setelah DD meninggal dunia.

 

Saat itu, saksi mendengar teriakan histeris AP seperti ketakutan. Saksi melihat ibu korban hendak mencungkil bola mata bocah malang itu. Bukannya mencegah, ayah, kakek, dan paman korban malah membantu. Warga dan petugas Babinsa kemudian mencegah itu dan AP dilarikan ke rumah sakit. Sementara para tersangka ditangkap. Hasil pemeriksaan polisi, mereka melakukan itu karena pengaruh ilmu hitam pesugihan.

 

Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur KH Abdussalam Shohib alias Gus Salam mengaku prihatin atas kejadian itu, terutama bagi korban. Menurutnya, yang jelas perbuatan yang dilakukan oleh para tersangka sangat bertentangan dan berlawanan dengan syariat,” katanya dihubungi NU Online Jatim, Selasa (07/09/2021).

 

Sebab, lanjut Pengasuh Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Kabupaten Jombang, itu, dalam perspektif agama, baik fikih maupun tasawuf, tidak ada dan tidak dibenarkan mendulang rezeki dengan cara pesugihan. “Yang namanya memenuhi kebutuhan itu dengan cara bekerja,” ujar Gus Salam.

 

Rasulullah sudah memberikan petunjuk bagaimana caranya mencari rezeki. “Yaitu salah satu cara yang berkah itu ialah yang dilakukan dengan jerih payah tangan kita, kemudian 90 persen dari rezeki itu ada dengan cara berdagang. Itu semuanya ada petunjuk-petunjuknya dari Kanjeng Nabi cara memenuhi kebutuhan hidup,” tandas Gus Salam.

 

Menurutnya, cara-cara mendapatkan kekayaan dengan pesugihan apalagi sampai menumbalkan anak kandung adalah cara-cara jahiliyah. Gus Salam menyebut contoh budaya mengubur hidup-hidup bayi perempuan zaman jahiliyah karena dipengaruhi keyakinan bahwa anak perempuan membawa sial. “Itu, kan, sama dengan jahiliyah,” ujarnya.

 

Dia berpendapat, ada beberapa faktor yang mendorong orang mempraktikkan ilmu hitam seperti pesugihan untuk mendapatkan kekayaan tanpa jerih payah. Selain karena desakan ekonomi, faktor yang paling utama ialah minimnya pendidikan, terutama pengetahuan tentang agama. Karena itulah Gus Salam berharap agar pendidikan di negeri ini merata sampai ke pelosok-pelosok agar kebiasaan yang bertentangan dengan agama dan norma itu tidak terulang lagi.

 

Editor: Nur Faishal


Metropolis Terbaru