• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 28 Januari 2023

Metropolis

Hadirkan Crazy Rich-Tom Liwafa, Ikhac Mojokerto Gelar Seminar Edupreneur

Hadirkan Crazy Rich-Tom Liwafa, Ikhac Mojokerto Gelar Seminar Edupreneur
Tom Liwafa saat menjadi narasumber di Ikhac Mojokerto. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)
Tom Liwafa saat menjadi narasumber di Ikhac Mojokerto. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)

Mojokerto, NU Online Jatim

Guna menumbuhkan jiwa menjadi pengusaha, Institut Pesantren KH Abdul Chalim (Ikhac) Pacet, Mojokerto menggelar seminar nasional edupreneur yang dipusatkan di masjid kampus pada Sabtu (16/07/2022) pagi. Narasumber pada event ini merupakan salah satu crazy rich yaitu Tom Liwafa yang juga pria asal Kabupaten Mojokerto.


“Filosofi hidup itu pas-pas saja. Pas ada uang kita beli mobil Ferrari. Pas ada uang beli tas rolex. Kita harus punya impian yang tinggi, jangan berkecil hati,” katanya.


Wafa menyampaikan bahwa dirinya menulis buku berjudul ‘Personal Branding Bisa Mengubah Takdir’. Buku tersebut berisi pelajaran hidup bahwa bila seseorang dikenal banyak orang, maka kesempatan untuk sukses akan menjadi lebih besar. Ia lantas mengutarakan berjualan yang paling bagus adalah menjual apa yang disukai olehnya.


“Jadi, apa yang kita sukai itulah yang kita jual. Jual saja dulu tidak usah mikir pemasukan yang terpenting usaha jalan terlebih dahulu,” ujarnya.


Sebagai pemimpin usaha, Wafa menegaskan harus mempunyai sikap toleransi untuk menyikapi kesalahan para pegawai. Hal tersebut penting karena para pegawai juga perlu untuk dibimbing. Seorang pengusaha juga hendaknya harus mempunyai rasa nyaman dengan kegagalan.


"Biasanya kebanyakan orang nyaman dengan hal yang bagus. Kalau saya nyaman dengan kegagalan. Maka kalau berhasil akan merasakan kemenangan yang besar,” terangnya.


Wafa mengaku belajar kepada tradisi pesantren yang selalu menghormati orang yang lebih tua. Tradisi itu juga ia terapkan saat di dunia usaha.


Ia selalu menghormati para senior atau orang yang sukses lebih dahulu. Menurutnya bagaimanapun senior adalah orang yang lebih berpengalaman.


“Karena seperti orang-orang yang umurnya 40-an pasti pengalamannya banyak dan luas. Norma-norma kesopanan itu harus kita jaga benar-benar di dunia usaha,” tandanya.


Sementara itu, ketua panitia seminar, Habibaturrohma menuturkan bahwa acara ini dimotori oleh program studi menejemen pendidikan Islam dengan dihadiri ratusan peserta.


“Kami laporkan bahwa yang menjadi peserta bukan hanya dari internal kampus. Ada dari para pengusaha, rumah sakit sakinah, dan mahasiwa dari luar Kabupaten Mojokerto,” tandasnya.


Acara ini juga secara langsung dihadiri oleh Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim.


Editor:

Metropolis Terbaru