• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 30 September 2022

Metropolis

Mahasiswa Ikhac Mojokerto Diingatkan Jaga Budaya Kampus

Mahasiswa Ikhac Mojokerto Diingatkan Jaga Budaya Kampus
Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto KH Asep Saifuddin Chalim. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)
Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto KH Asep Saifuddin Chalim. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)

Mojokerto, NU Online Jatim

Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto KH Asep Saifuddin Chalim mengungkapkan, bahwa ia memiliki visi besar untuk menjadikan Institut Pesantren KH Abdul Chalim (Ikhac) Mojokerto sebagai sentral pendidikan dan kebudayan Islam di dunia.


“Kalianlah anak-anakku (para mahasiswa megister dan doktor) yang akan mewujudkan visi besar ini. Kalian harus punya kualitas yang baik untuk mewujudkannya,” katanya saat memberikan sambutan pada acara Stadium General program Megister dan Doktor Ikhac, Pacet Mojokerto, Sabtu (05/03/2022). Kegiatan tersebut dipusatkan di masjid kampus setempat dan diikuti puluhan mahasiwa.


Alumni Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo itu pun menyebutkan, bahwa para mahasiswa juga lah yang akan merusak impian besarnya tersebut jika tidak serius dalam proses pembelajaran di kampus.


“Maka, saya tekankan agar setiap mahasiswa terus memegang teguh budaya kampus, yakni budaya keilmuan da ketakwaan,” ungkapnya.


Ketua Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu menyampaikan, keilmuan akan menjadikan manusia menjadi cerdas dan unggul. Sementara ketakwaan akan mengantarkan pada kekayaan.


‘Dengan menjadi kaya, kalian akan maksimal untuk mengabdi kepada agama dan bangsa. Dua budaya ini yang saya inginkan,” terangnya.


Menurut Kiai Asep, jika kedua budaya tersebut tidak dimiliki oleh setiap mahasiswa, maka ia akan menjadi orang yang tidak berharga dan tidak berguna di tengah-tengah kehidupan masyarakat.


Ia menambahkan, bahwa Ikhac akan memberikan bimbingan penulisan disertasi dan jurnal secara maksimal bagi mahasiswa program doktoral. Oleh karenanya, ia meminta mahasiswa agar serius menyiapkan dan mempelajari penulisan  jurnal sejak semester awal.


“Kampus akan membimbing, karena kami bertanggung jawab untuk mendidik para mahasiswa sampai berhasil, baik secara formal dan keilmuan,” ungkapnya.


Dirinya berharap, agar program bimbingan penulisan jurnal benar-benar direspons dan dimanfaatkan secara maksimal oleh para mahasiswa. Dengan itu diharapkan lulusan dari Ikhac merupakan sosok yang unggu dan kompeten. “Jangan sampai kalian lulus doktoral tetapi tidak mempunyai kualitas,” pungkasnya.
 


Diketahui, narasumber dalam kegiaatan ini adalah adalah Suyitno selaku Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.


Metropolis Terbaru