• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 25 September 2022

Metropolis

Sinergi, LPBINU Mojokerto dan Komunitas Buddha Tanam Seribu Pohon

Sinergi, LPBINU Mojokerto dan Komunitas Buddha Tanam Seribu Pohon
LPBINU Kabupaten Mojokerto saat melakukan penanaman seribu pohon bersama Komunitas Buddha. (Foto: NOJ/ Yulia Novita Hanum)
LPBINU Kabupaten Mojokerto saat melakukan penanaman seribu pohon bersama Komunitas Buddha. (Foto: NOJ/ Yulia Novita Hanum)

Mojokerto, NU Online Jatim

Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Mojokerto turut terlibat dalam aksi pembebasan satwa dan penanaman 1000 pohon. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Yayasan Agga Jina Mitto atau Komunitas Budhis itu dipusatkan di Gunung Lorokan, Pacet, Mojokerto, Selasa (15/02/2022).

 

Ali Masyhuri, salah satu anggota LPBINU Kabupaten Mojokerto mengatakan, menanam dan merawat pohon terutama di lereng gunung kawasan hutan, merupakan salah satu upaya untuk mengurangi risiko bencana.

 

“Maka dari itu, kita mutlak harus merawat hutan jangan sampai gundul. Dengan tingkat kelebatan tanaman di hutan, otomatis ancaman bencana banjir bandang dan longsor akan berkurang,” ujarnya kepada NU Online Jatim.

 

Ali berharap, agar kegiatan ini terus berjalan hingga nanti. Tak cukup itu, upaya merawat pohon yang ditanam serta reboisasi hendaknya dapat terus dilakukan sejumlah kalangan.

 

 “Karena kita menanamnya tanpa perawatan akan sia-sia. Jadi, kita lindungi alam, alam akan melindungi kita. Mari kita juga bersama-sama menjaga dan melestarikan, alam baik satwa maupun tumbuh-tumbuhan, agar tetap lestari,” ungkapnya.

 

Sementara Kepala Padepokan dan Wihara Mojokerto, Bhante Nyanasila menuturkan, kegiatan semacam ini merupakan rutinitas yang dilakukan Yayasan Agga Jina Mitto setiap bulan purnama. Dan kali ini, giat bulan ini dilengkapi dengan penghijauan bersama LPBINU Kabupaten Mojokerto.

 

“Kami mengucap terima kasih sekali sudah dibantu untuk bibitnya. Kami juga sangat bersyukur dan semoga ini berkelanjutan ke depan, sehingga sama-sama bersinergi untuk mengedukasi masyarakat dalam hal memelihara hutan,” katanya.

 

Ia menjelaskan, pembebasan satwa merupakan salah satu bentuk praktik di Budhis, yaitu praktik berderma kedamaian. Yakni bentuk membebaskan makhluk yang ketakutan seperti burung, dengan membelinya di pasar untuk kemudian dilepas di alam bebas.

 

“Terus, pagi tadi juga membeli katak di pasar, yang biasanya dipotong oleh kami dilepas juga agar bebas,” jelasnya.

  

Diketahui, penanaman bibit pohon tersebut meliputi, mahoni, durian, sukun, matoa, glodokan dan tabebuia. Adapun yang mengkuti kegiatan tersebut, yaitu LPBINU Kabupaten Mojokerto, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia Kabupaten Mojokerto, Wihara Budhayana Mojokerto, Lions Club Mojokerto Mojopahit Host, dan Komunitas Dapur Umum.


Metropolis Terbaru