• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 25 September 2022

Metropolis

Catatan Khusus Ketua IPNU Mojokerto untuk Harlah Organisasinya

Catatan Khusus Ketua IPNU Mojokerto untuk Harlah Organisasinya
Muhammad Bagus Sulaiman, Ketua IPNU Kabupaten Mojokerto. (Foto: Yulia Novita Hanum)
Muhammad Bagus Sulaiman, Ketua IPNU Kabupaten Mojokerto. (Foto: Yulia Novita Hanum)

Mojokerto, NU Online Jatim

Muhammad Bagus Sulaiman, Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Mojokerto, memberikan catatan khusus terhadap momentum Hari Lahir (Harlah) ke-68 IPNU. Menurutnya, yang paling penting untuk IPNU ke depan ialah menjadikan gagasan sebagai basis gerakan. Gagasan tanpa gerakan menurutnya cacat.


Hal itu disampaikan Bagus sebagai catatan atas tema Harlah IPNU kali ini, yaitu Akselerasi untuk Peradaban Dunia.


“Mungkin narasi itu mewakili tema pada harlah ikatan suci kali ini. Keberadaan IPNU merupakan hasil politik dengan bertajuk keinginan kaum pelajar untuk membuat suatu kumpulan pelajar dengan tujuan kebermanfaatan,” katanya kepada NU Online Jatim, Jumat (25/02/2022).


Bagus mengungkapkan, secara kuantitas hari ini IPNU telah berada pada posisi terdepan dalam organisasi kemasyarakatan Islam, khususnya segmen pelajar. Hal ini dibuktikan dengan hampir seluruh wilayah Indonesia telah terbentang bendara IPNU, bahkan di berbagai negara tetangga.


“Suatu keberhasilan yang patut diapresiasi dan dicatat dalam sejarah. Lalu secara kualitas bagaimana dengan IPNU pada saat ini? Ya, ibaratnya truk bermuatan besar, pasti laju truk tersebut akan pelan. Analogi tersebut mungkin cocok dengan kondisi IPNU saat ini,” ungkap santri Pondok Pesantren Miftah Huda Kutorejo, Mojokerto, itu.


Hal ini menurutnya menandakan bahwa ada sistem organisasi yang harus diselesaikan. Meskipun pada dasarnya hasil itu bukan yang terpenting bagi pelajar melainkan proseslah yang terpenting.


Berbicara akselerasi, Bagus mengatakan semestinya terdapat pembaharuan sistem yang signifikan dan terarah, juga diperlukan adanya regulasi yang bertujuan untuk menjaga eksistensi IPNU mulai akar hingga dahan.


“Ini dikarenakan IPNU bukan hanya organisasi kalangan khusus, namun IPNU juga diharapkan mampu mewarnai tatanan masyarakat,” tandasnya.


Pria kelahiran Mojokerto 14 Januari 1998 itu berharap, ke depan IPNU sebagai Organisasi pelajar terbesar di dunia mampu menjadi organisasi yang gesit dan tangguh. Tidak hanya adaptif dalam menjawab setiap tantangan zaman, namun juga mampu membuat wacana baru untuk era yang akan datang,” pungkasnya.


Metropolis Terbaru