• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 10 Desember 2022

Metropolis

Jaga Stabilitas Sosial, RMINU Jatim Bentuk Satgas Pesantren Ramah Santri

Jaga Stabilitas Sosial, RMINU Jatim Bentuk Satgas Pesantren Ramah Santri
Pelatihan satgas pesantren ramah santri. (Foto: NOJ/istimewa)
Pelatihan satgas pesantren ramah santri. (Foto: NOJ/istimewa)

Surabaya, NU Online Jatim
Pengurus Wilayah (PW) Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Timur terus berikhtiar menjaga stabilitas kehidupan di pesantren. Dalam hal ini, PW RMI NU Jawa Timur bersama DPW Perempuan Bangsa Jawa Timur meluncurkan program pesantren ramah santri sebagai mitigasi berbagai problem yang akhir-akhir ini mencuat di publik.

 

KH Iffatul Lathoif Zainuddin, Ketua PW RMINU Jawa Timur mengatakan bahwa program pesantren ramah santri adalah respons untuk menjaga lingkungan dan situasi sosial.

 

"Program pesantren ramah santri ini merupakan salah satu respons kami untuk membangun awarness kepada seluruh pondok pesantren tentang pentingnya lingkungan dan juga situasi sosial," katanya, Jumat (23/09/2022).

 

Konsep pelaksanaan program ini, Gus Toif menjelaskan bahwa santri dari setiap perwakilan pesantren dibimbing terkait ilmu psikologi dan outputnya akan dijadikan satgas di pesantren masing-masing.

 

"Kami meminta pondok pesantren untuk mengirimkan delegasi yang sesuai kriteria untuk dilatih dan diberi pengetahuan oleh tim ahli terkait pendampingan dan ilmu psikologi. Kemudian nantinya mereka akan dijadikan tim satgas pesantren ramah santri di masing-masing pesantren," jelasnya.

 

Gus Toif mengungkapkan bahwa program ini akan digelar di empat titik koordinator wilayah. Namun, ke depan program ini akan meluas ke seluruh wilayah di Jawa Timur.

 

"Sebagai uji coba pertama ini kami fokus pada empat titik lokasi. Titik pertama sudah kami gelar di Trenggalek pada tanggal 17-18 September 2022 lalu. Selanjutnya akan digelar di Sumenep, Jember, Pasuruan dan Malang Raya. Akan tetapi untuk ke depan tidak menutup kemungkinan menyentuh seluruh wilayah se-Jawa Timur dengan menggunakan formula-formula yang tepat dan melibatkan tim ahli," ungkapnya.

 

Ia berharap program ini seluruh pesantren bisa melindungi dan mencipatakan suasana yang menyenangkan serta penuh nilai bagi santri.

 

"Semoga program ini dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang ramah antara pendidik dan santri serta pemenuhan hak santri dengan pengembangan prinsip anak. Di samping itu, kami bisa membentuk satgas yang ahli di bidangnya untuk bisa memberikan respons tepat serta memiliki problem solving yang baik terhadap problematika yang ada di pesantren," pungkasnya.


Metropolis Terbaru