• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 15 Agustus 2022

Metropolis

Jelang Puncak Haji, Tim Kesehatan Indonesia Siap Layani Jamaah

Jelang Puncak Haji, Tim Kesehatan Indonesia Siap Layani Jamaah
dr Sukma Sahadewa, ​​​​​​​Wakil Ketua PCNU Surabaya yang juga salah satu nakes ibadah haji tahun 2022. (Foto: NOJ/ ISt)
dr Sukma Sahadewa, ​​​​​​​Wakil Ketua PCNU Surabaya yang juga salah satu nakes ibadah haji tahun 2022. (Foto: NOJ/ ISt)

Surabaya, NU Online Jatim
Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya, dr Sukma Sahadewa menjadi salah satu tenaga kesehatan (Nakes) pelaksanaan ibadah haji tahun 2022. Ia melaporkan kesiapan tim medis Indonesia dalam melayani jamaah menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji.


“Kesiapan tim medis pada pelaksanaan haji tahun ini alhamdulillah tertata rapi. Saya mendapatkan informasi memang ada persiapan yang sangat intens terhadap pelaksanaan manasik haji, sangat bagus sekali,” ucapnya saat memberikan laporan langsung melalui TV9, Selasa (05/07/2022).


Ia menyebutkan, bahwa upaya memberikan fasilitas yang baik dari aspek kesehatan bagi jamaah haji Indonesia terus dilakukan. Hal tersebut agar pelaksanaan ibadah haji terlaksana dengan lancar.


“Sehingga harapan kita semua, pada nantinya para jamaah memiliki tubuh yang sehat dalam pelaksanaan ibadah dan menjadi haji mabrur yang diterima oleh Allah SWT,” lanjutnya.


Selain itu, Mantan Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Surabaya ini melaporkan, bahwa kelompok terbang (kloter) yang menjadi tanggung jawabnya telah melakukan koordinasi dengan kloter lainnya dalam hal pengarahan seputar kesehatan.


Disebutkan, bahwa gejala kesehatan yang dialami jamaah mayoritas penyakit dengan gejala ringan, yakni Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA. Seperti bibir pecah-pecah, pegel linu dan lain sebagainya.


“Hal ini biasanya disebabkan karena jamaah haji ingin memaksimalkan ibadahnya selagi berada di tanah suci. Sehingga ada ketegangan otot di tangan, kaki maupun bagian tubuh lainnya,” ujarnya.


Dokter Sukma menambahkan, bahwa dalam satu kloter jamaah haji terdapat satu dokter dan satu orang perawat yang siap melayani para jamaah haji, baik hal itu berbentuk konsultasi maupun pemeriksaan kesehatan.


“Alurnya, ketika jamaah kita membutuhkan pelayanan, tim medis sudah membuka stand meja kecil yang biasa kita sebut klinik. Di sana ada dokter dan perawat, sehingga para jamaah haji bisa langsung berkonsultasi,” tambahnya.


Dijelaskan, apabila ada jamaah yang tidak bisa datang ke klinik karena faktor kesehatan, maka tim medis akan langsung datang ke kamar jamaah tersebut. Bahkan, masing-masing dokter memiliki data jamaah haji dan ada grup media sosial agar bisa saling koordinasi.


“Sehingga dengan itu dapat memudahkan proses saling membantu antara satu dengan yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, termasuk terkait pelayanan kesehatan,” tandasnya.


Metropolis Terbaru