• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 17 Agustus 2022

Metropolis

Kesempatan Ditempa di Pesantren Hendaknya Dimanfaatkan dengan Baik

Kesempatan Ditempa di Pesantren Hendaknya Dimanfaatkan dengan Baik
KH Ahmad Nabil Nizar pada Haflah dan Imtihan Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda Surabaya. (Foto: NOJ/Hisam M)
KH Ahmad Nabil Nizar pada Haflah dan Imtihan Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda Surabaya. (Foto: NOJ/Hisam M)

Surabaya, NU Online Jatim

Para santri hendaknya memiliki kebanggaan saat menempa diri di pesantren. Karena banyak yang diperoleh, baik dengan tambahan pengetahuan dan keterampilan, termasuk pembentukan karakter.

 

Pada saat yang sama, mereka yang memiliki pengetahuan akan dihormati dan mendapat perlakuan berbeda. Karenanya kesempatan berada di pesantren dan sekolah hendaknya dimanfaatkan dengan baik.

 

Penegasan ini disampaikan KH Ahmad Nabil Nizar selaku Pengasuh Pondok Pesantren Fatahillah Ibnu Nizar, Probolinggo. Menurutnya, manusia akan terpandu dengan ilmu agar dapat sukses dalam kehidupan.

 

“Nilai manusia bisa berubah gara-gara ilmu dan perlakuan masyarakatpun berbeda terhadap orang yang berilmu dengan yang tidak memiliki ilmu.  Apabila manusia memiliki ilmu di mana-mana terasa menjadi tuan rumah dan akan diperhatikan,” katanya.

 

Hal tersebut disampaikan Kiai Nabil saat menyampaikan mauidlatul hasanah dalam rangka Haflah dan Imtihan Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda ke-28, Ahad (20/06/2021).

 

Dirinya mencontohkan orang yang berilmu meskipun dengan tampilan sederhana ketika diundang masyarakat akan menjadi prioritas. Berbeda dengan orang yang tidak memiliki ilmu meskipun dengan tampilan mewah belum tentu jadi prioritas.

 

Menurutnya, para santri patutnya bersyukur telah diantar untuk menuntut ilmu di pesantren yang notabene bukan hanya ilmu umum yang diajarkan. Juga termasuk ilmu agama.

 

Dikatakan kebanyakan anak zaman dahulu mencari ilmu dengan penuh semangat beda dengan anak zaman sekarang banyak yang kurang semangat gara-gara imbas banyak menggunakan handphone yang tidak sesuai dengan fungsinya.

 

“Banyak santri yang tidak kerasan karena handphone baik yang santri laki-laki ataupun santri perempuan. Alhamdulillah kalian di pesantren bisa kerasan bahkan ada suatu riwayat orang yang menuntut ilmu salah satu kelebihannya yaitu berada di bawah naungan sayap-sayap para malaikat,” tegasnya.  

 

Editor: Syaifullah


Editor:

Metropolis Terbaru