• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 9 Agustus 2022

Tapal Kuda

Kenang Nyai Endah Genggong Probolinggo, Haul Digelar secara Virtual

Kenang Nyai Endah Genggong Probolinggo, Haul Digelar secara Virtual
Almarhumah Nyai Hj Endah Nihayati Saif atau Ning En. (Foto: NOJ/Siti Nurhaliza)
Almarhumah Nyai Hj Endah Nihayati Saif atau Ning En. (Foto: NOJ/Siti Nurhaliza)

Probolinggo, NU Online Jatim

Peringatan wafatnya Nyai Hj Endah Nihayati Saif selaku Pengasuh Pondok Pesantren Putri Zainul Hasan Genggong, Probolinggo digelar secara virtual, Senin (21/06/2021) petang.

Haul dilaksanakan secara virtual sesuai instruksi KH Hasan Mutawakkil Alallah selaku pengasuh pesantren setempat.

 

“Kami sudah mengimbau kepada seluruh alumni, simpatisan dan masyarakat untuk melaksanakan haul di tempat masing-masing,” kata kiai yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur tersebut.

 

Disampaikan Wakil Rais Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur ini bahwa bagi santri, guru dan shahibul bait pesantren dapat menghadiri haul. Hanya saja kegiatan dilaksanakan di masjid Al-Barokah, Genggong dan halaman pesantren.

Acara ini merupakan haul pertama yang dilakukan setelah seribu hari wafatnya almarhumah. Nyai Endah atau Ning En wafat 2018, dan ini adalah haul pertama yang dilakukan secara virtual atau tahlil serentak setelah Ashar di rumah masing-masing.
 

Teladan Almarhumah 

Nun Hasan Ahsan Malik atau Nun Alex selaku keponakan menuturkan bahwa almarhumah sangat patut diteladani santri. Saat menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Putri Zainul Hasan Genggong, Ning En sangat tegas mendidik santri.

 

“Juga dikenal pribadi yang mengayomi santri dari ngajarnya sedari pagi dan deres Qur'an juga sangat istikamah,” katanya kepada NU Online Jatim.

Selain itu Ning En juga gemar silaturahim dan menghormati tamu yang berkunjung. Apalagi saat yang datang adalah ulama, maka Gus Alex dapat melihat sendiri penghormatan yang diberikan almarhumah.

Menurutnya, Ning En sangat layak dijadikan contoh atau teladan bagi santri. Semasa hidupnya terutama pada haflatul imtihan tidak segan untuk berfoto dengan ribuan santri putri dan memeluk mereka satu demi satu.

 

“Itu merupakan hal yang sangat unik dan contoh gambaran kasih sayang beliau kepada semua santri,” katanya.
 

Sebagai keluarga, Nun Alex berharap semoga amal dan kebaikan almarhumah selama di dunia menjadi jariyah. “Karena beliau sangat tekun mendidik santri, dan semoga segala dosanya diampunkan oleh Allah," harapnya.

Secara khusus, dirinya berpesan terutama kepada santri untuk terus mengenang kebaikan almarhumah. Tidak hanya berhenti sampai di situ, juga berupaya meniru dan meneladani yang telah dilakukan.

 

"Beliau boleh tiada di dunia, namun sebagai seorang santri maka lanjutkanlah perjuangannya. Tetap selalu bersemangat menebarkan kebaikan dan menyampaikan hal-hal yang sudah beliau nasihatkan kepada kita, dan bersambung dengan beliau melalui tawassul," ungkapnya.

Di ujung keterangan, Nun Alex mengingatkan bahwa ruh almarhumah masih tetap bersama santri. Dengan demikian, menjadi kewajiban untuk melanjutkan kiprah yang telah ditorehkan.

 

“Beliau boleh meninggal, namun ruhnya tetap bersama kita para santrinya. Buatlah beliau bangga di akhirat dengan cara kita mengikuti semua kebaikan yang sudah diajarkan,” pungkasnya.

 

Editor: Syaifullah


Editor:

Tapal Kuda Terbaru