• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 26 November 2022

Metropolis

Ketua NU Jatim: Jangan Salah Pilih Pondok Pesantren untuk Anak

Ketua NU Jatim: Jangan Salah Pilih Pondok Pesantren untuk Anak
KH Marzuki Mustamar, Ketua PWNU Jatim. (Foto: NOJ/ Anita).
KH Marzuki Mustamar, Ketua PWNU Jatim. (Foto: NOJ/ Anita).

Surabaya, NU Online Jatim

Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar mengingatkan pentingnya memastikan sanad keilmuan sebuah lembaga pendidikan untuk tempat menimba ilmu anak. Pesan tersebut disampaikan Kiai Marzuki dalam acara ‘ISNU Update’ yang diadakan Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jatim secara virtual, Jumat (29/01/2021).

 

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Marzuki menyampaikan bahwa penting menyekolahkan anak untuk menempuh pendidikan yang jelas sanad keilmuannya dan ke-NU-annya. "Bagi yang mau menyekolahkan, hingga memondokkan putra-putrinya, mohon untuk memilih Pondok Pesantren yang beraqidah ahlussunnah wal jamaah," harapnya.

 

Selain itu, Kiai yang juga menjabat sebagai Komisi Fatwa MUI Kota Malang tersebut juga mewanti-wanti dalam memilih perlu menghindari beberapa Pondok Pesantren yang aqidahnya berbeda dengan aswaja.

 

"Hindari beberapa pondok pesantren yang tidak beraqidah aswaja, harus benar-benar dikroscek. Jangan salah pilih Pondok Pesantren untuk anak," ungkapnya.

 

Tak hanya itu, Kiai Marzuki juga menyampaikan perihal makam para auliya yang berlokasi di daerah timur tengah digusur. "Makam para waliyullah maupun ulama di timur tengah itu digusur, beda kalau di sini (Indonesia), dirawat," ujarnya.

 

Tak hanya itu, Pengasuh Pondok Pesantren Sabilul Rosyad, Gasek, Malang tersebut juga mengingatkan perihal naskah hadits shohih Bukhari-Muslim supaya tetap dirawat dengan baik di Indonesia. "Ribuan naskah shohih bukhori muslim, banyak yang dirampas, dimusnahkan, hingga dibakar. Di Indonesia masih banyak ulama yang merawat," paparnya.

 

 

Di akhir sesi, Kiai Marzuki berharap semua yang hadir secara virtual tetap istiqamah di NU. "Mari kita tetap berkomitmen islam aswaja, mugi-mugi panjenengan tetap istiqamah di NU," pungkasnya.

 

Editor: Romza


Editor:

Metropolis Terbaru