• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 27 Januari 2023

Metropolis

KH Ma'ruf Khozin Jelaskan Doa Iftitah yang Dipersoalkan Adi Hidayat

KH Ma'ruf Khozin Jelaskan Doa Iftitah yang Dipersoalkan Adi Hidayat
KH Marzuki Mustamar memberikan jawaban atas sanggahan Ustadz Ade Hidayat. (Foto: NOJ/ISt)
KH Marzuki Mustamar memberikan jawaban atas sanggahan Ustadz Ade Hidayat. (Foto: NOJ/ISt)

Surabaya, NU Online Jatim

Video seputar doa iftitah mana yang lebih sharih dan jelas sesuai hadits, kembali ramai dibicarakan. Adalah KH Marzuki Mustamar membantah pandangan Ustadz Adi Hidayat yang mengusik bacaan doa iftitah selama ini. Tidak berselang lama, KH Ma'ruf Khozin memberikan penjelasan 

 

“Menurut Ustadz Adi Hidayat dalam riwayat Muslim doa iftitah ini tidak menyebut kalimat ‘Inni wajjahtu, namun langsung 'wajjahtu wajhiya' dan seterusnya,” kata KH Ma’ruf Khozin di akun Facebooknya, Selasa (07/09/2021). 

 

Ketua Pengurus Wilayah (PW) Aswaja NU Center Jawa Timur tersebut menyertakan teks bacaan dimaksud:

 

وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ


“Sedangkan riwayat yang menyatakan ‘inni wajjahtu’ terdapat dalam riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad bin Hanbal dan sebagainya,” terang alumnus Pesantren Al-Falah, Ploso, Kediri tersebut. 

 

Lebih lanjut disampaikan Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur itu bahwa bacaan (wajjahtu) bukan dalam tata cara shalat, namun tata cara menyembelih hewan kurban.

 

Lebih jelasnya, KH Ma’ruf Khozin mengemukakan teks hadits dimaksud.


ﻋﻦ ﺟﺎﺑﺮ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ، ﻗﺎﻝ: ﺿﺤﻰ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﻮﻡ ﻋﻴﺪ، ﺑﻜﺒﺸﻴﻦ ﻓﻘﺎﻝ: ﺣﻴﻦ ﻭﺟﻬﻬﻤﺎ ﺇﻧﻲ ﻭﺟﻬﺖ ﻭﺟﻬﻲ ﻟﻠﺬﻱ ﻓﻄﺮ اﻟﺴﻤﻮاﺕ ﻭاﻷﺭﺽ ﺣﻨﻴﻔﺎ، ﻭﻣﺎ ﺃﻧﺎ ﻣﻦ اﻟﻤﺸﺮﻛﻴﻦ ....

 

“Dengan penuh kemantapan Ustadz Adi Hidayat mengaku telah membuka ribuan kitab hadits dan tidak menemukan dalil yang menjelaskan dalil tersebut,” keluhnya.

 

"Jangankan yang dlaif, hadits palsunya saja tidak ada," kata KH Ma’ruf Khozin menirukan perkataan Ustadz Adi Hidayat.

 

Lantaran menyampaikan pandangan yang nyata-nyata berseberangan dengan kitab hadits, karenanya banyak kalangan memberikan klarifikasi.

 

“Inilah yang memicu warga NU, termasuk KH Marzuki Mustamar untuk memberi tanggapan dan jawaban,” ungkap KH Ma’ruf Khozin.


Berikutnya, dirinya menyertakan hadits doa iftitah yang didahului kalimat ‘inni’. 

 

ﻭﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﺭاﻓﻊ ﻗﺎﻝ: ﻭﻗﻊ ﺇﻟﻲ ﻛﺘﺎﺏ ﻓﻴﻪ اﺳﺘﻔﺘﺎﺡ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ - ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﻛﺎﻥ ﺇﺫا ﻛﺒﺮ ﻗﺎﻝ: " ﺇﻧﻲ ﻭﺟﻬﺖ ﻭﺟﻬﻲ ﻟﻠﺬﻱ ﻓﻄﺮ اﻟﺴﻤﺎﻭاﺕ ﻭاﻷﺭﺽ ﺣﻨﻴﻔﺎ ﻭﻣﺎ ﺃﻧﺎ ﻣﻦ اﻟﻤﺸﺮﻛﻴﻦ ...


Artinya: Dari Abu Rafi' ia berkata: Telah sampai kepadaku sebuah surat yang berisi iftitah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam, bahwa jika Nabi bertakbir maka berdoa: ‘Inni wajjahtu....’
 

 

Tidak sampai di situ, KH Ma’ruf Khozin menyertakan pandangan Al-Hafidz Nuruddin al-Haitsami:


ﺭﻭاﻩ اﻟﻄﺒﺮاﻧﻲ ﻓﻲ اﻟﻜﺒﻴﺮ ﻭﻓﻴﻪ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺇﺳﺤﺎﻕ ﻭﻫﻮ ﺛﻘﺔ ﻭﻟﻜﻨﻪ ﻣﺪﻟﺲ ﻭﻗﺪ ﻋﻨﻌﻨﻪ ﻭﺑﻘﻴﺔ ﺭﺟﺎﻟﻪ ﻣﻮﺛﻘﻮﻥ


Artinya: Diriwayatkan oleh Thabrani. Di dalamnya terdapat Muhammad bin Ishaq, ia terpercaya, namun ia perawi mudallis (menyamarkan) dan ia menyampaikan dengan redaksi 'an'anah. Para perawi lainnya dinilai terpercaya. (Majma' Az-Zawaid)


Di ujung penjelasan, KH Ma’ruf Khozin mengemukakan bahwa pandangan ini pernah disampaikan di akun Facebooknya, 9 Juli 2017. Tentunya saat video tersebut awal kali ramai diperbincangkan khalayak.


Editor:

Metropolis Terbaru