• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 2 Oktober 2022

Metropolis

Kiai Anwar Zahid Candai Gus Ipul: Impiannya Jadi Waliyullah, Jatuhnya Wali Kota

Kiai Anwar Zahid Candai Gus Ipul: Impiannya Jadi Waliyullah, Jatuhnya Wali Kota
KH Anwar Zahid di acara menyambut tahun baru di Masjid Al Akbar Surabaya. (Foto: NOJ/Boy Ardiansyah)
KH Anwar Zahid di acara menyambut tahun baru di Masjid Al Akbar Surabaya. (Foto: NOJ/Boy Ardiansyah)

Sidoarjo, NU Online Jatim

KH Anwar Zahid, kiai kondang asal Bojonegoro, mengisi tausiah pada acara Muhasabah Akhir Tahun dan Songsong Tahun 2022 di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Jumat (31/12/2021) malam. Di acara itu, Kiai Anwar Zahid memuji Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Gus Ipul dengan gaya bercanda.

 

Acara yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Jatim dalam rangka menyambut tahun baru 2022 itu diisi dengan khatmil Qur’an oleh 400 hafidz dan hafidzah, serta pembacaan shalawat. Khofifah Indar Parawansa dan Saifullah Yusuf alias Gus Ipul hadir. Kegiatan diikuti secara offline dengan prokes ketat, juga disimak melalui siaran langsung berbagai saluran YouTube.

 

“Alhamdulillah di bawah pimpinan Ibu Khofifah, Jatim semakin moncer dengan prestise dan prestasi yang topcer. Semua sektor maju tidak ada yang kececer,” Ucap Kiai Anwar dengan bahasa candanya yang khas.

 

Hal itu ia sampaikan sebagai tahadduts bil-ni'mah, bukan ujub dan bukan pamer. Terbukti, kata dia, penghargaan yang diterima oleh Khofifah banyak sekali berjejer-jejer. “Jadi, kalau Jatim dengan provinsi lain tidak bakal keder. Dalam kancah nasional bahkan internasional, Jatim selalu bertengger,” Kata kiai yang terkenal kocak itu.

 

Tidak hanya Khofifah, Kiai Anwar juga menyerempet Gus Ipul dengan candaannya. “Ini sebenarnya jabatan frustasi, beliau sesungguhnya ingin menjadi waliyullah tetapi tidak kesampaian, untung turunnya ke wali kota. Saya takut tidak kesampaian jadi waliyullah, turunnya ke dubes (dukun besar). Ini bahaya,” candanya.

 

Setelah itu, Kiai Anwar kemudian menjelaskan tentang hakikat syukur. “Mensyukuri tahun baru dengan euforia yang berlebihan jelas dilarang. Mensyukuri tahun baru dengan pesta pora yang jelas  tidak ada tuntunannya. Karena itu tidak di ridlai oleh Allah, terlebih di tengah-tengah keprihatinan saudara kita yang tertimpa musibah,” katanya.


Metropolis Terbaru