• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 27 Juni 2022

Metropolis

Mengenal NU-Welfare, Program LPNU untuk Kesejahteraan Sosial

Mengenal NU-Welfare, Program LPNU untuk Kesejahteraan Sosial
Istimewa
Istimewa

Surabaya, NU Online Jatim

Lembaga Perekonomian Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LP PBNU) meluncurkan program bernama NU-Welfare. Peluncuran program ekonomi terintegrasi yang dilakukan di lantai 8 Gedung PBNU ini dalam rangka melakukan akselerasi atau percepatan terhadap kesejahteraan sosial.

 

“(Program) ini adalah integrated economic program atau program ekonomi yang terintegrasi. Bukan e-commerce atau platform digital, tetapi program. Harapannya, bisa mengakselerasi kesejahteraan sosial,” kata Ketua LP PBNU Jaenal Effendi dalam acara peluncuran NU-Welfare yang dibarengi dengan agenda halal bi halal itu sebagaimana dilansir NU Online.

 

Ia menjelaskan, program NU-Welfare tersebut memiliki tiga poin utama dalam pengaplikasiannya. Pertama, dihadirkan untuk melakukan kegiatan-kegiatan sosial di bidang ekonomi dan bisnis. LP PBNU juga akan membuat sekolah bisnis untuk menyokong kewirausahaan di level nasional.

 

“Kita akan membuat kerja sama bersama NGO dan tentu pemerintah terkait sekolah bisnis ini,” jelas Jaenal.

 

Kedua, NU-Welfare berfungsi untuk melakukan mapping atau pemetaan terhadap potensi para pengusaha di lingkungan Nahdliyin, termasuk memetakan potensi ekonomi di berbagai daerah sehingga program baru LP PBNU itu akan menjadi jaringan bisnis baru bagi warga NU.

 

“Kami sudah menginisiasi, melakukan komunikasi, dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Ke depan kita akan membuat sekitar enam kelompok kerja (pokja). Masing-masing dari pokja itu diharapkan memiliki dampak positif terhadap bisnis baik di perkotaan maupun di perdesaan untuk punya PT (badan usaha) yang berbadan hukum,” jelas Jaenal.

 

“Ketiga, kita akan mengupayakan adanya digital ekonomi dan bisnis. Ini sebenarnya sudah ada perangkatnya tinggal kita sambungkan satu dengan yang lain. Ke depan harapannya, kita harus punya jasa ekspedisi. Kita juga sudah menginisiasi adanya NU-Ekspedisi karena sudah ada perangkatnya,” jelasnya.

 

Ia berharap, NU-Welfare bisa dijalankan dengan optimal di tengah kondisi sulit pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Dengan demikian, program tersebut dapat dilakukan secara maksimal dan memberikan kontribusi besar bagi perekonomian Nahdliyin.

 

 

Acara ini dilakukan secara terbatas dan dihadiri oleh beberapa pengurus harian PBNU dengan menjalankan protokol kesehatan yang sangat ketat. Di antaranya Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sekretaris Jenderal PBNU H Ahmad Helmy Faishal Zaini, Ketua PBNU H Eman Suryaman, dan KH Abdul Manan Ghani.


Editor:

Metropolis Terbaru