• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 25 Mei 2022

Metropolis

Militansi dan Kemandirian Jadi Semangat Konferensi MWCNU Sukodono Sidoarjo

Militansi dan Kemandirian Jadi Semangat Konferensi MWCNU Sukodono Sidoarjo
H Muhdlor Ali, Bupati Sidoarjo saat memberi sambutan. (Foto: NOJ/Yuli)
H Muhdlor Ali, Bupati Sidoarjo saat memberi sambutan. (Foto: NOJ/Yuli)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) adalah permusyawaratan tertinggi di tingkat MWCNU dan digelar rutin setiap lima tahunan. Konferensi ini bertujuan untuk melaksanakan re-organisasi serta merancang program kerja pasca terpilihnya pengurus MWCNU yang baru.

 

MWCNU Sukodono, Kabupaten Sidoarjo menggelar Konferensi IX dengan mengusung tema ‘Membangun Militansi dan Kemandirian Organisasi Menuju Satu Abad Berdirinya Nahdlatul Ulama’, acara dipusatkan di kantor MWCNU setempat, Ahad (13/06/2021).

 

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua PCNU Sidoarjo H Akhmad Khoiri berharap melalui konferensi ini bisa menghasilkan pemimpin yang baik dan memiliki program-program yang bisa memberikan manfaat.

 

“Semoga diberikan pemimpin yang baik, program-programnya membawa manfaat bagi warga NU Sukodono pada khususnya dan masyarakat Sukodono pada umumnya,” harap H Khoiri, sapaan akrabnya.

 

Lebih lanjut, H Khoiri mengingatkan para peserta yang hadir, apabila berkhidmah di NU hatinya harus ditata dengan baik.

 

“Kalau kita ingin baik masuklah ke dalam majelisnya ulama biar ikut menjadi baik, apabila kita bergaul dengan orang baik kalau mau berbuat maksiat akan malu. Kita semua di NU dengan tujuan tabarrukan dan ingin menjadi orang baik,” kata H Khoiri.

 

Menurutnya, Nahdliyin harus memiliki keyakinan ketika berkhidmah di NU. Pertama, harus yakin jika para muassis adalah wali dan kekasihnya Allah. Selanjutnya, harus yakin bahwa perjuangan para muassis NU ini meneruskan perjuangan para Wali Songo. Berikutnya, harus yakin bahwa yang diajarkan oleh NU adalah yang sebenar-benarnya.

 

“Kita juga harus jika kalau NU membawa berkah. Kita berharap di padang mahsyar berkumpul satu rombongan dengan kiai-kiai NU, dan jika meninggal mendapat pertolongan Allah,” tegasnya.

 

Sementara itu, Bupati Sidoarjo H Ahmad Muhdlor Ali dalam sambutannya mengapresiasi atas terselenggaranya Konferensi IX MWCNU Sukodono dan berpesan kepada semua yang hadir untuk selalu memegang penuh protokol kesehatan.

 

“Saya ucapkan selamat berkonferensi, semoga sukses, aman, lancar, menghasilkan tongkat estafet baru yang kemudian bisa lebih amanah dan bisa membuat sukodono lebih maju lagi,” kata Gus Muhdlor.

 

Ketua panitia pelaksana Konferensi IX MWCNU Sukodono Imam Syafii Azizi saat ditemui NU Online Jatim di sela acara mengutarakan, konferensi ini dihadiri oleh peserta dari 19 utusan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Kecamatan Sukodono.

 

“Kami selaku Ketua panitia konferensi IX MWCNU Sukodono mempersiapkan dengan semaksimal mungkin bersama teman-teman untuk melaksanakan konferensi ini. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan konferensi ini dengan baik,” pungkasnya.

 

Dalam konferensi ini akhirnya H Fatkhul Ibad terpilih sebagai Ketua MWCNU Sukodono masa khidmat 2021-2026. Sedangkan H Mahmud Markatam terpilih sebagai Rais setelah melalui musyawarah mufakat dengan metode Ahlul Halli Wal ‘Aqdi (Ahwa).

 

Konferensi ini dihadiri oleh Bupati Sidoarjo, Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, pengurus MWCNU, Lembaga dan Badan otonom (Banom), dan peserta utusan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU). Tampak hadir pula jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Sukodono serta tamu undangan lainnya dengan menerapkan protokol kesehatan.


Metropolis Terbaru