• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 25 Mei 2022

Metropolis

Yaa Lal Wathan ‘Digelorakan’ saat Pelatihan Moderasi Beragama Penyuluh Agama

Yaa Lal Wathan ‘Digelorakan’ saat Pelatihan Moderasi Beragama Penyuluh Agama
Peserta pelatihan moderasi beragama saat menyanyikan lagu yaa lal wathon. (Foto: NOJ/ Lilik Yuli Riyanto).
Peserta pelatihan moderasi beragama saat menyanyikan lagu yaa lal wathon. (Foto: NOJ/ Lilik Yuli Riyanto).

Sidoarjo, NU Online Jatim

Lagu Yaa Lal Wathan atau Syubhanul Wathan yang diciptakan oleh seorang pahlawan nasional sekaligus salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU)KH Abdul Wahab Chasbullah bergelora di ‘Pelatihan Moderasi Beragama’ di Aula Kantor Kemeterian Agama (Kemenag) Kota Surabaya. Dengan penuh semangat para peserta para peserta melantunkan lagu tersebut  dalam acara yang digelar Balai Diklat Keagamaan Surabaya selama enam hari (07-12/06/2021).

 

“Menghadapi lawan perlu strategi, salah satunya yang dilakukan para pendahulu bangsa dengan diciptakannya lagu Ya Lal Wathan. Mulanya lagu ini hanya versi bahasa Arab, tujuannya untuk menyamarkan di hadapan kaum penjajah bahwa lagu itu membawa pesan patriotisme,” Tutur Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Surabaya Sholehuddin yang juga selaku pemateri dalam pelatihan tersebut, Jum’at (11/06/2021).

 

Lebih lanjut, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Sidoarjo ini mengutarakan pandangannya di depan semua peserta yang berprofesi sebagai Penyuluh Agama non PNS, bahwa lagu Ya Lal Wathan bisa dikatakan sebagai lagu nasional.

 

“Sejatinya lagu Ya Lal Wathan bukanlah lagu mars resmi ormas tertentu, namun bisa dikatakan sebagai lagu nasional,” kata Sholehuddin.

 

Menurutnya, sangat relevan jika sebelum memulai materi wawasan kebangsaan, seluruh peserta diajak menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Ya Lal Wathan.

 

“Dulu musuh bangsa adalah kaum penjajah, saat ini musuh bersama adalah radikalisme, intoleransi, dan terorisme. Salah satu faktornya  adalah rendahnya rasa nasionalisme dan patriotisme, lagu dengan tema cinta tanah air itu menggelorakan rasa nasionalisme dan patriotisme,” tegasnya kepada NU Online Jatim.

 

Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Surabaya H Husnul Maram. Tampak hadir Kasi Diklat Administrasi yang juga selaku ketua panitia Danang Eka Sandi, Widyaiswara pengampu materi  Sholehuddin  dan Siti Zubaidah.

 

Selain materi kebijakan Kemenag dan Wawasan Kebangsaan, selama enam hari pelatihan para peserta akan menerima materi inti yakni agama dan bina damai, moderasi beragama dalam masyarakat multikultural, radikalisme dan ancaman kebangsaan.

 

 

Selain itu peserta juga akan mendapatkan materi resolusi konflik, serta teknik menyusun narasi damai. Kegiatan ini akan berakhir pada Sabtu (12/06/2021). Rencananya setiap peserta akan langsung menerima sertifikat pelatihan.

 

Editor : Romza


Editor:

Metropolis Terbaru