• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 15 Agustus 2022

Metropolis

MUI Jatim Keberatan soal Pengunduran Diri Kiai Miftachul Akhyar

MUI Jatim Keberatan soal Pengunduran Diri Kiai Miftachul Akhyar
KH Miftachul Akhyar. (Foto: Istimewa)
KH Miftachul Akhyar. (Foto: Istimewa)

Surabaya, NU Online Jatim

KH Miftachul Akhyar menyatakan mundur dari Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat pada Rabu (09/03/2022) lalu. Hal tersebut tentu mendapat tanggapan dari MUI di tingkat daerah, tidak terkecuali MUI Jawa Timur yang dengan tegas menyatakan keberatan.


"Menyikapi informasi pernyataan pengunduran diri KH Miftachul Akhyar sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia seperti yang diberitakan secara luas oleh berbagai media, bersama ini Dewan Pimpinan MUI Provinsi Jawa Timur menyampaikan nota keberatan dan ketidaksetujuan atas pernyataan pengunduran diri tersebut," kata Akh Muzakki, Sekretaris Umum MUI Jatim dalam keterangan resmi, Ahad (13/03/2022).


Nota keberatan itu tertuang dalam surat resmi MUI Jawa Timur nomor A-13/DP-P/III/2022, tertanggal 9 Sya'ban 1443 H bertepatan 12 Maret 2022. Surat tersebut ditandatangani KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah, Ketua Umum MUI Jatim dan Akh Muzakki, Sekretaris Umum MUI Jawa Timur.


Dalam Nota Keberatan itu, disampaikan sejumlah pertimbangan. Di antaranya, pertama, Surat Dewan Pimpinan MUI Provinsi Jawa Timur kepada Dewan Pimpinan MUI Nomor: 162/MUI/JTM/XII/2021 tertanggal 29 Desember 2021 tentang Permohonan kepada Ketua Umum MUI agar tidak mundur dari jabatannya.


Kedua, aspirasi di lapangan yang menunjukkan keberatan atas pernyataan pengunduran diri KH Miftachul Akhyar sebagai Ketua Umum MUI. Ketiga, Kepentingan kemaslahatan yang lebih besar bagi agama, bangsa dan negara.


Keempat, bahwa MUI masih memerlukan sosok KH Miftachul Akhyar untuk jabatan Ketua Umum yang mumpuni dan mampu merekatkan dan memperkuat persatuan serta kesatuan umat dan bangsa.


"Demikian nota keberatan ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami haturkan terima kasih," demikian bagian akhir surat Nota Keberatan MUI Jatim itu.


Mengejutkan Banyak Pihak
Pernyataan mundurnya KH Miftachul Akhyar sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat cukup mengejutkan banyak pihak. Dalam internal jajaran kepengurusan MUI Pusat pun mendapat reaksi keberatan.


Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas mengaku terkejut, bahkan menulis surat terbuka yang ditujukan kepada jajaran PBNU dan warga NU agar mengikhlaskan KH Miftachul Akhyar, Rais Aam PBNU, tetap mengemban amanah kepemimpinan umat Islam di Majelis Ulama Indonesia (MUI).


“Figur KH Miftachul Akhyar dibutuhkan karena mampu mengayomi elemen-elemen organisasi Islam dalam naungan MUI,” katanya.
 

Tokoh Muhammadiyah ini menegaskan, bahwa KH Miftachul Akhyar dipilih oleh semua pemilik hak suara di MUI tanpa perbedaan pendapat. Semua suara ingin MUI dipimpin oleh KH Miftachul Akhyar. "Beliau KH Miftachul Akhyar kami pilih untuk menjadi ketua umum kami di MUI dengan suara bulat tanpa ada lonjong sedikitpun," katanya.
 


Menurutnya, KH Miftachul Akhyar adalah seorang tokoh dan ulama serta pemimpin yang sangat rendah hati. Kiai Miftach sangat dibutuhkan dan diharapkan bisa mempersatukan umat. 


Metropolis Terbaru